Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Diam-diam Angkut Lebih dari 100 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/MODIS Land Rapid Response Team)
  • AS diam-diam mengangkut lebih dari 100 juta barel minyak dari Selat Hormuz dengan pengawalan militer, di bawah perintah langsung Presiden Donald Trump.
  • Iran menutup penuh Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS, menghentikan seluruh aktivitas kapal dagang dan tanker dari berbagai negara.
  • Serangan balasan AS ke Iran dipicu jatuhnya helikopter Apache di Selat Hormuz, yang menurut Trump ditembak Iran namun dibantah oleh pihak Teheran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) diam-diam berhasil mengangkut lebih dari 100 juta barel minyak dari Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, selama ini, dirinya telah memerintahkan pasukan militer AS untuk mengawal kapal-kapal tanker minyak secara rahasia untuk berlayar di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan agar kapal-kapal tersebut bisa memasok minyak dari Timur Tengah ke pasar global.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa upaya ini telah menghasilkan lebih dari 100 juta barel minyak yang berhasil melewati Selat (Hormuz) dan masuk ke pasar terbuka. Lebih dari 200 kapal komersial telah berhasil melewati selat dengan aman. Upaya yang sangat sukses ini terjadi karena AS sangat mengontrol Selat Hormuz, bukan Iran.

Militer mereka dikalahkan dan ekonomi mereka hancur. Ini sudah berakhir bagi Iran,” ujar Trump pada Rabu (10/6/2026), seperti dilansir The Hill.

1. Militer AS mengawal 22 kapal tanker di Selat Hormuz dalam operasi terbaru

potret kapal tanker yang digunakan untuk mengekspor minyak (pexels.com/G.isle px.)

Trump mengatakan, pasukan militer AS mengawal 22 kapal tanker di Selat Hormuz dalam operasi terbaru pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat. Trump mengatakan, Iran sama sekali tidak mengetahui operasi tersebut. Oleh karena itu, tidak ada perlawanan dari Iran saat kapal-kapal perang AS mengawal kapal tanker untuk memasok minyak ke pasar global lewat Selat Hormuz. 

Trump menambahkan, operasi pengawalan kapal minyak di Selat Hormuz bertujuan untuk membuat harga minyak turun. Sebab, saat ini, harga minyak kembali meroket karena ada banyak kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Hal ini karena selat tersebut ditutup penuh oleh Iran. “Kita telah mengekstraksi jutaan barel minyak. Tidak ada yang mengetahuinya. Mereka (Iran) tidak memiliki radar,” tambah Trump.

2. Iran kembali menutup Selat Hormuz secara penuh

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/MODIS Land Rapid Response Team)

Saat ini, Iran kembali menutup Selat Hormuz secara penuh. Kabar itu disampaikan langsung oleh angkatan bersenjata Iran pada Kamis (11/6/2026). Keputusan ini berlaku untuk semua jenis kapal dari berbagai negara. Oleh karena itu, kapal dagang dan kapal tanker minyak dari seluruh dunia kini tidak bisa berlayar dari dan ke Selat Hormuz. 

Militer Iran mengatakan, penutupan Selat Hormuz ini dilakukan sebagai respons atas serangan AS. Sebab, selama beberapa hari terakhir, AS kembali meluncurkan serangan ke Iran. Padahal, gencatan senjata antara kedua negara masih berlaku. 

3. AS menyerang Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AH-46 Apache

potret helikopter AH-64 Apache milik militer Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/SGT TIERNEY P. NOWLAND)

AS sendiri mulai menyerang Iran pada Selasa (9/6/2026) dan Rabu (10/6/2026). Serangan ini berkaitan dengan jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik militer AS di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan, Iran sengaja menembak jatuh helikopter itu sebagai upaya pertahanan diri dari serangan AS.  

“Saya baru saja mendapat informasi dari militer hebat kita bahwa tadi malam, Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz,” jelas Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dikutip Jerusalem Post.  

Tuduhan Trump tadi lantas dibantah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang tidak disebut namanya mengatakan, negaranya sama sekali tidak menyerang helikopter AS yang sedang terbang di Selat Hormuz. Bantahan itu diperkuat oleh keterangan angkatan bersenjata Iran. Mereka mengatakan, tidak ada operasi militer yang dilakukan di sekitar Selat Hormuz saat helikopter AS jatuh. Namun, Trump mengabaikan bantahan Iran dan langsung meminta pasukan AS untuk melakukan serangan balasan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article