Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Minta Sanksi Argentina ke Inggris Tidak Ganggu Perusahaannya
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck)
  • AS meminta Argentina membekukan atau merevisi RUU Pertahanan Kedaulatan Nasional agar sanksi eksploitasi SDA di Kepulauan Falkland tidak berdampak pada perusahaan Amerika.
  • Presiden Javier Milei akan kembali mengunjungi Washington DC selama dua hari, bertemu pelaku bisnis teknologi dan menghadiri Gala Kebudayaan Hispanic sebagai tamu kehormatan.
  • Sengketa Falkland berpotensi menghambat aksesi Argentina ke pakta perdagangan Trans-Pasifik, setelah Inggris menyatakan dapat menggunakan posisinya untuk menolak keanggotaan Buenos Aires.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Minggu (18/10/2026), meminta Argentina untuk memastikan bahwa sanksi soal eksploitasi sumber daya alam (SDA) di Kepulauan Falkland tidak mengganggu perusahaannya. Menurutnya, kebijakan baru Argentina tidak boleh berdampak pada kepentingan AS. 

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Argentina, Javier Milei sudah mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertahanan Kedaulatan Nasional. RUU ini berfungsi untuk menambah sanksi bagi perusahaan yang terlibat dalam eksploitasi SDA di Kep. Falkland. 

1. Minta revisi RUU Pertahanan Kedaulatan Nasional Argentina

ilustrasi bendera Argentina (pexels.com/mariano-di-luch)

Menurut keterangan tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS mengajukan dua opsi agar tidak berdampak pada perusahaannya. Washington meminta Buenos Aires untuk membekukan RUU tersebut atau mengubah RUU dengan tidak mengecualikan pada perusahaan AS. 

Dilansir Mercopress, permasalahan ini membuka masalah di dalam kabinet pemerintahan Argentina. Sementara itu, AS tetap memposisikan diri sebagai pihak yang netral, tapi tidak berniat untuk menjadi penengah atau mediator dalam sengketa Falkland. 

2. Milei kembali mengadakan kunjungan ke AS

Presiden Argentina, Javier Milei. (Vox España, CC0, via Wikimedia Commons)

Presiden Milei mengatakan akan kembali berkunjung ke Washington DC selama 2 hari. Lawatan ini menjadi yang ke-19 kalinya pemimpin sayap kanan itu ke AS sejak memimpin Argentina pada akhir 2023. 

Dilansir Buenos Aires Herald, Milei berencana bertemu dengan pebisnis teknologi, Andy Kleinman. Ia dikenal sebagai presiden Delphi Interactive yang mengembangkan video game FIFA dan diluncurkan di platform Netflix Games pada 2025. 

Selain itu, Milei akan bertemu dengan sejumlah pendiri lainnya. Ia juga akan menghadiri Gala Kebudayaan Hispanic dan menjadi tamu kehormatan untuk menyampaikan pidato pembukaan acara tersebut. 

3. Sengketa Falkland ancam aksesi Argentina di Pakta Perdagangan Trans-Pasifik

ilustrasi bendera Argentina (pexels.com/nicolasflor)

Sengketa Falkland disebut akan mengancam aksesi Argentina dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kerja sama Trans-Pasifik. Inggris menekankan akan menggunakan posisinya untuk menghambat masuknya Argentina dalam perjanjian perdagangan tersebut. 

Anggota parlemen dari Partai Konservatif, Wendy Morton mendesak pemerintah menyiapkan penolakan terhadap aksesi Argentina jika terus mengancam soal Kep. Falkland. Sementara, Menteri Teritori Terluar Inggris, Uma Kumaran menuding Argentina berupaya mengganggu aktivitas ekonomi di Kep. Falkland. 

Argentina sudah mengajukan aksesi untuk bergabung dalam perjanjian perdagangan tersebut pada 2 Juni lalu. Selain Argentina, Uruguay juga sudah mengajukan aksesi dan sudah mengikuti negosiasi formal sejak November 2025. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article