ilustrasi warga China (unsplash.com/Chengrui Lin)
Pembangunan masyarakat ramah kelahiran menjadi fokus utama dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China untuk periode 2026 hingga 2030. Kerangka kebijakan ini ditujukan untuk menstabilkan angka kelahiran baru dan menjaga keseimbangan perkembangan populasi jangka panjang. Dari segi indikator kesehatan, tingkat kematian ibu melahirkan di China pada 2025 turun menjadi 13,4 per 100.000 kelahiran hidup, sementara tingkat kematian bayi berada di angka 3,8 per 1.000 kelahiran hidup.
Meskipun total populasi China tercatat mengalami penurunan selama empat tahun berturut-turut, pejabat kesehatan menegaskan kondisi demografi negara masih sangat kuat. "Populasi China saat ini mencapai 1,405 miliar jiwa, dan aspek fundamental China sebagai negara berpenduduk besar tetap tidak berubah," ujar Lei dalam konferensi pers yang dilaporkan Xinhua. Dia menambahkan bahwa meski mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, angka kelahiran baru di China tetap bertahan di kisaran 8 juta anak per tahun.
Pasokan tenaga kerja berketerampilan tinggi di China juga terus bertambah dengan masuknya lebih dari 10 juta mahasiswa baru ke perguruan tinggi setiap tahun. Lei menyatakan bahwa skala kelahiran tersebut membuat China tetap memiliki ketahanan angkatan kerja yang memadai dibandingkan negara lain. "Dibandingkan dengan negara maju dan berkembang lainnya, jumlah negara dengan tingkat kelahiran seperti ini masih sangat sedikit, sehingga China masih akan memiliki tenaga kerja yang relatif memadai di masa depan," kata dia.