Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Australia Tunjuk Panglima Angkatan Darat Perempuan Pertama
Bendera Australia (unsplash.com/Amber Weir)
  • Australia menunjuk Letnan Jenderal Susan Coyle sebagai Kepala Angkatan Darat perempuan pertama, menggantikan Simon Stuart, dalam restrukturisasi besar untuk menyesuaikan sistem pertahanan dengan dinamika keamanan global.
  • Susan Coyle memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai misi internasional dan keahlian di bidang teknologi komunikasi serta siber, menjadikannya sosok strategis bagi modernisasi militer Australia.
  • Penunjukan Coyle sejalan dengan upaya meningkatkan partisipasi perempuan di militer dan memperkuat modernisasi pertahanan melalui pengembangan AI, teknologi kuantum, serta kerja sama AUKUS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia resmi menunjuk Letnan Jenderal Susan Coyle sebagai Kepala Angkatan Darat perempuan pertama pada Senin (13/4/2026). Keputusan ini merupakan bagian dari perombakan di jajaran pimpinan Pasukan Pertahanan Australia (ADF) untuk menyesuaikan sistem komando nasional dengan dinamika keamanan global.

Letnan Jenderal Susan Coyle akan mulai menjabat pada Juli mendatang, menggantikan Letnan Jenderal Simon Stuart yang akan memasuki masa pensiun. Penunjukan ini menjadikannya perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut dalam 125 tahun sejarah angkatan darat sejak Australia berdiri pada tahun 1901.

1. Australia merombak jajaran pimpinan militer tertinggi

Pemerintah Federal Australia di bawah Perdana Menteri Anthony Albanese menyusun ulang jabatan tinggi militer untuk memastikan kesiapan menghadapi tantangan keamanan dunia. Selain penunjukan Coyle sebagai Kepala Angkatan Darat, Laksamana Madya Mark Hammond juga dipromosikan menjadi Panglima Pasukan Pertahanan, menggantikan Laksamana David Johnston yang pensiun setelah mengabdi selama 48 tahun.

Hammond tercatat sebagai personel pertama yang memulai karier dari tingkat pelaut hingga mencapai posisi tertinggi di militer Australia. Promosi ini dilakukan seiring upaya Australia memperkuat kerja sama AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris dalam pengadaan kapal selam nuklir. Hammond dinilai memiliki kapasitas untuk mengawasi teknologi maritim tersebut guna menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Sementara itu, posisi Kepala Angkatan Laut yang ditinggalkan Hammond akan diisi oleh Laksamana Muda Matthew Buckley, yang memiliki pengalaman mengelola armada kapal selam kelas Collins dan Oberon.

Menteri Pertahanan Richard Marles menyatakan bahwa restrukturisasi ini selaras dengan Strategi Pertahanan Nasional 2024 yang berfokus pada kemampuan serangan jarak jauh dan pemanfaatan teknologi digital. Letnan Jenderal Simon Stuart, yang akan purnatugas, turut mendapat apresiasi atas perannya memodernisasi angkatan darat, termasuk dalam integrasi penggunaan drone dan artileri.

2. Rekam jejak Susan Coyle

Karier militer Letnan Jenderal Susan Coyle dimulai pada tahun 1987 sebagai tentara cadangan. Ia lulus dari Akademi Pasukan Pertahanan Australia (ADFA) pada 1991. Selama lebih dari tiga dekade, ia telah ditugaskan di berbagai wilayah konflik, termasuk Timor Leste, Kepulauan Solomon, dan Afghanistan.

Pada 2020, Coyle menjadi perempuan pertama yang memimpin operasi militer Australia di Timur Tengah sebagai Komandan Joint Task Force 633. Ia memiliki spesialisasi di bidang teknologi komunikasi dan peperangan informasi.

"Pengalaman yang luas ini menjadi fondasi yang kuat bagi saya dalam menjalankan tanggung jawab dan kepercayaan besar yang diberikan negara," kata Letnan Jenderal Susan Coyle, dilansir Al Jazeera.

Coyle juga merupakan lulusan terbaik dari United States Army War College dan memegang tiga gelar magister. Keahliannya di bidang siber sejalan dengan arah pengembangan angkatan darat yang akan semakin bergantung pada data dan sistem otomatis.

Perdana Menteri Albanese menyebut pencapaian Coyle membuktikan bahwa posisi tertinggi di militer dapat dicapai oleh siapa pun yang memiliki kompetensi, tanpa memandang gender.

3. Perbaikan budaya kerja dan modernisasi pertahanan

Penunjukan Susan Coyle bertepatan dengan upaya militer Australia memperbaiki budaya kerja internal mereka. Pemerintah menargetkan partisipasi perempuan di militer meningkat dari 21 persen saat ini menjadi 25 persen pada tahun 2030. Kehadiran Coyle di pucuk pimpinan diharapkan dapat mendorong lingkungan kerja yang lebih aman dan inklusif.

"Susan pernah berkata kepada saya bahwa kita tidak bisa bercita-cita menjadi sesuatu jika kita tidak pernah melihat contohnya. Pencapaiannya hari ini akan menjadi inspirasi bagi banyak orang," ujar Menteri Pertahanan Richard Marles, dilansir The Hindu.

Di bawah kepemimpinan baru ini, angkatan darat Australia akan memprioritaskan penggunaan sistem roket HIMARS dan kendaraan tempur modern, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi kuantum melalui kemitraan AUKUS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team