Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banjir Bandang Terjang Suriah, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Hilang
ilustrasi bendera Suriah (pexels.com/Ahmed akacha)
  • Hujan lebat memicu banjir bandang di sejumlah provinsi Suriah, menewaskan lima orang termasuk empat anak dan menyebabkan lima orang hilang di Raqqa, Deir ez-Zor, serta Aleppo.
  • Tim Pertahanan Sipil melakukan 165 operasi, menyelamatkan warga dan mengevakuasi 375 keluarga dari kamp terendam di Raqqa; helikopter militer juga membantu penyelamatan di Deir ez-Zor.
  • Banjir merusak lahan pertanian, jalan, jembatan, dan fasilitas publik; pemerintah menyiagakan tim di tujuh provinsi yang dilanda badai petir, hujan es, serta angin kencang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya lima orang tewas, termasuk empat anak-anak, dan lima lainnya dinyatakan hilang akibat hujan lebat yang memicu banjir bandang di beberapa provinsi Suriah. Data peristiwa tersebut disampaikan oleh otoritas Kementerian Manajemen Kedaruratan dan Bencana setempat pada Kamis (29/10/2026).

Kementerian menyatakan korban meninggal dunia tercatat di wilayah pedesaan Raqqa dan Deir ez-Zor. Berdasarkan laporan SANA, lima orang yang hilang dilaporkan berada di daerah pedesaan Raqqa, Deir ez-Zor, dan Aleppo, dengan proses pencarian yang masih terus berlangsung.

1. Upaya penyelamatan warga dan evakuasi kamp pengungsian

ilustrasi tim penyelamat (pexels.com/Ludwig Kwan)

Tim Pertahanan Sipil telah menyelamatkan 25 orang yang terjebak oleh air banjir atau kendaraan yang terdampar di Provinsi Raqqa, Deir ez-Zor, dan Homs. Tim kedaruratan kementerian tetap disiagakan di wilayah terdampak untuk merespons laporan warga dan memberikan bantuan di lapangan.

Hingga Rabu (28/10/2026) pukul 23.30 waktu setempat, tim Pertahanan Sipil mencatat telah menggelar 165 operasi lapangan, menyelamatkan 15 warga sipil, serta mengevakuasi 375 keluarga dari kamp yang kebanjiran. Warga tersebut dievakuasi dari kamp Sahlat al-Banat, Al-Younani, dan Al-Maqas di pedesaan Raqqa setelah air hujan merendam kawasan tersebut.

Di daerah Kasrat Surur di pedesaan Raqqa, lebih dari 100 keluarga sempat terjebak setelah gorong-gorong tanah runtuh hingga memicu penanganan darurat. Sementara itu, rekaman visual di Deir ez-Zor memperlihatkan helikopter militer tentara Suriah ikut beroperasi menolong warga di tengah kepungan banjir dan jalan yang terputus, termasuk menyelamatkan dua orang di jalur Deir ez-Zor menuju Palmyra.

2. Kerusakan sarana jalan, jembatan, dan fasilitas publik

ilustrasi banjir (pexels.com/Long Bà Mùi)

Bencana banjir ini merendam lahan pertanian, merusak akses jalan dan jembatan, serta mengganggu jalur transportasi di daerah-daerah terdampak. Menurut kementerian terkait, terjangan air banjir menyebabkan tujuh jembatan, gorong-gorong, dan jalan tanah tidak berfungsi.

Xinhua melaporkan bahwa di Provinsi Raqqa, arus banjir berlumpur menerjang kawasan dataran rendah serta merendam lahan tani beserta fasilitas agrikultur. Aliran air yang deras juga merusak sejumlah bagian jembatan dan ruas jalan di wilayah tersebut.

Tim darurat menerima lebih dari 350 laporan kejadian selama penanganan bencana berlangsung. Petugas kemudian menyedot dan mengeringkan genangan air dari lebih dari 150 rumah warga serta fasilitas publik, termasuk sekolah, toko roti, dan dua rumah sakit.

3. Peringatan status siaga dan sebaran cuaca buruk

ilustrasi cuaca buruk (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)

Menteri Manajemen Kedaruratan dan Bencana Raed al-Saleh sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh tim kementerian disiagakan guna mengantisipasi hujan lebat dan banjir. Peringatan siaga ini mencakup wilayah Provinsi Aleppo, Raqqa, Deir ez-Zor, Hasakah, Hama, Homs, hingga Latakia.

Sebagian besar wilayah Raqqa, Hasakah, dan Deir ez-Zor, serta bagian timur Homs, Hama, dan Aleppo, dilanda badai petir lebat yang disertai hujan es dan angin kencang. Curah hujan tersebut memicu banjir serta luapan saluran air yang memutus jalur transportasi dan merusak sarana publik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article