Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik yang semakin kuat dari kubu sayap kanan menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung kurang dari tiga bulan lagi. Persoalan rencana perdamaian Gaza yang didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi salah satu isu yang berpotensi memengaruhi posisi politik Netanyahu.
Di tengah tekanan tersebut, Netanyahu memilih menyampaikan sikap yang lebih tegas mengenai rencana Gaza Trump. Dalam rapat kabinet mingguan pada Minggu, ia menyatakan Israel tidak menerima dokumen 15 poin yang menjadi bagian dari roadmap tersebut.
Pernyataan itu disampaikan ketika Netanyahu membutuhkan dukungan partai-partai sayap kanan untuk mempertahankan koalisi dan peluangnya tetap menjadi perdana menteri setelah pemilu. Jajak pendapat juga menunjukkan Netanyahu masih menghadapi persaingan ketat.
Karena itu, sikap Netanyahu terhadap rencana Gaza dinilai tidak hanya berkaitan dengan negosiasi dengan Hamas maupun pemerintahan Trump, tetapi juga dengan upayanya mempertahankan dukungan politik di dalam negeri.
