potret seorang anak di Gaza (pixabay.com/hosnysalah)
Militer Israel melancarkan serangan menggunakan dua rudal yang menghantam bangunan gudang di kota Zawayda, Gaza tengah. Ledakan keras tersebut memicu kebakaran hebat serta meratakan bangunan menjadi tumpukan puing besi dan beton.
Dinding bangunan yang hancur membuat serpihan material menyebar hingga puluhan meter ke permukiman sekitar. Lontaran serpihan tersebut melukai enam warga sipil yang sedang berada di dekat lokasi kejadian.
Salah satu korban luka adalah anak laki-laki berusia empat tahun bernama Muhammad Abdel Salam Hassan Taha. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat luka parah.
Serangan terpisah juga mengguncang kawasan Jalan Salah al-Din dan kamp pengungsi Nuseirat yang menewaskan dua orang lainnya. Pengungsi Palestina yang selamat di lokasi kejadian mengaku hidup dalam ketakutan karena serangan terus berulang.
"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa sama sekali di sini. Kami hanya ingin solusi dan ingin hidup damai," tutur Abu Ahmed, seorang warga Palestina yang mengungsi di dekat lokasi serangan, dilansir Al Jazeera.