Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tercatat Masih Ada 6.409 Gempa Susulan di NTT

Tercatat Masih Ada 6.409 Gempa Susulan di NTT
ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Mustafa Akin)
  • BNPB mencatat 6.409 gempa susulan di Flores hingga hari kedelapan; 139 dirasakan warga, sementara 100 orang meninggal, 1.663 terluka, dan 180.327 masih mengungsi.
  • Kerusakan meliputi 73.818 rumah dan 1.914 fasilitas umum; pemerintah menyalurkan 1.224 ton logistik melalui posko Labuan Bajo dan Maumere bagi tujuh kabupaten terdampak.
  • Layanan kesehatan berangsur pulih: 101 dari 169 puskesmas beroperasi, listrik dan telekomunikasi pulih penuh, sedangkan air bersih masih ditangani pemerintah pusat dan daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terdapat 6.409 kali gempa susulan yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Senin (24/8/2026) pagi.

Berdasarkan informasi BMKG, tercatat gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 6,2 hingga terkecil yaitu 1,1.

“Tetapi dari 6.409 kali gempa itu ada 139 kali yang dirasakan masyarakat. Ini mengakibatkan sampai hari kedelapan terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah meskipun rumah-rumahnya tidak terdapat kerusakan,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto, dalam konferensi pers penanganan gempa NTT dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (24/8/2026).

  1. 1. Gempa susulan masih bisa terus berlangsung hingga 3-4 hari

    ilustrasi gempa bumi
    ilustrasi gempa bumi (unsplash.com/Anastasia R.)

    Meski aktivitas gempa dalam dua hari terakhir mulai menurun, BNPB menyebut kondisi tersebut masih dapat berlangsung hingga tiga atau empat minggu ke depan sebelum diperkirakan lebih stabil.

    Suharyanto mengatakan, penanganan terus dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum.

  2. 2. Korban meninggal kini mencapai 100 orang

    Korban tewas.
    ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

    BNPB juga mencatat korban meninggal dunia akibat gempa Flores mencapai 100 orang. Sementara itu, sebanyak 1.663 orang mengalami luka-luka dan 180.327 orang masih mengungsi.

    Suharyanto mengatakan, angka korban meninggal dunia bertambah dari 48 orang pada hari pertama dan kedua, menjadi 100 orang pada hari ke delapan penanganan.

    “Kemudian jumlah meninggal perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat yang dirawat di fasilitas kesehatan ini tidak berhasil diselamatkan,” ujar dia.

  3. 3. Lebih dari 73 ribu rumah mengalami kerusakan

    ilustrasi gempa bumi
    ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Mustafa Akin)

    Data sementara BNPB mencatat sebanyak 73.818 unit rumah terdampak kerusakan. Rinciannya, 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rumah rusak sedang, dan 32.779 rumah rusak ringan. Selain rumah, sebanyak 1.914 fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Fasilitas tersebut mencakup sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, hingga infrastruktur lainnya.

    Dengan banyaknya data kerusakan rumah tersebut, Suharyanto mengatakan, terdapat masyarakat yang mengungsi secara mandiri. Dia pun mengimbau masyarakat tersebut agar tidak mempercayai informasi hoaks tentang gempa atau tsunami susulan.

    “Seandainya mereka ingin mengungsi (yang disediakan pemerintah), sebaiknya mengungsi ke tempat atau titik-titik pengungsian terpusat yang ada di masing-masing desa, kecamatan dan kabupaten,” ujar dia.

    Suharyanto mengatakan, pemerintah daerah melalui satgas kabupaten, kecamatan, dan desa, akan tetap berupaya menyalurkan kebutuhan dasar kepada para pengungsi mandiri.

  4. 4. Logistik yang masuk ke Flores mencapai 1.224 ton

    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)
    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)

    Selanjutnya, Suharyanto memaparkan tentang distribusi bantuan logistik ke Flores yang terus dilakukan melalui dua posko utama. Posko Aju 1 di Labuan Bajo melayani kebutuhan empat kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.

    Sementara itu, Posko Aju 2 di Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo, termasuk kebutuhan masyarakat di Pulau Paluwe.

    “Data per hari ini kami laporkan logistik yang masuk ke Flores ini sudah atau tercapai 1.224 ton terbagi dua, yang di Labuan Bajo 889 ton, dan untuk Maumere 356 ton,” ujar dia.

  5. 5. Layanan kesehatan dan infrastruktur berangsur pulih

    Ilustrasi Puskesmas
    Ilustrasi Puskesmas (IDN Times/Hilma Maulida Safira)

    Suharyanto turut memaparkan data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan, dari 169 puskesmas yang terdampak, 101 telah beroperasi dan 49 lainnya beroperasi meskipun terbatas.

    Pemerintah juga menambah tenaga kesehatan dari luar Flores serta menyediakan tenda perawatan sementara.

    “Kemudian juga kekurangan tenaga relawan, tenaga kesehatan, ini pun yang tidak bisa dipenuhi oleh Pulau Flores, kita datangkan dari Pulau Lai, mungkin dari Pulau Timor, dari ibu kota provinsi. Bahkan ini juga kita perkuat dengan tenaga-tenaga kesehatan dari provinsi lain,” kata dia.

    Terkait infrastruktur, saat ini jalan yang semula tidak dapat dilalui akibat longsor atau kerusakan jembatan sudah berhasil dipulihkan. Perkembangan listrik dan jaringan telekomunikasi di Pulau Flores pun telah pulih 100 persen, meskipun jaringan air bersih masih dalam proses penanganan.

    “Untuk mengatasi itu, dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Provinsi, BNPB dan kementerian lembaga terkait juga terus memberikan bantuan kebutuhan air bagi masyarakat terdampak,” kata Suharyanto.

    Gempa Flores sendiri berdampak pada tujuh kabupaten. Penanganan masih berstatus bencana daerah dengan satgas di masing-masing kabupaten dipimpin bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sementara pemerintah pusat memberikan pendampingan melalui BNPB dan kementerian/lembaga terkait.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More