Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bocah 4 Tahun Tewas di Gaza Kena Serangan Udara Israel

Bocah 4 Tahun Tewas di Gaza Kena Serangan Udara Israel
pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
  • Serangan udara Israel di Gaza tengah menewaskan tiga warga Palestina, termasuk Muhammad Abdel Salam Hassan Taha berusia empat tahun, serta melukai sedikitnya tujuh warga sipil.
  • Israel mengancam memperluas operasi setelah laporan layang-layang, balon, dan drone dari Gaza, meski militer mengakui layang-layang dekat Nahal Oz tidak membawa bahan peledak.
  • Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, 1.286 warga Gaza tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025 dimulai; total korban perang sejak 2023 melampaui 73.400 jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Serangan udara militer Israel di Jalur Gaza pada Minggu (23/8/2026) menewaskan tiga warga Palestina, termasuk seorang anak laki-laki berusia empat tahun. Serangan mematikan tersebut dilancarkan saat ketegangan kembali meningkat di wilayah yang terkepung itu.

Gempuran Israel menyasar bangunan gudang di kota Zawayda dan area Jalan Salah al-Din di Gaza tengah. Selain korban tewas, sedikitnya tujuh warga sipil lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan dan serpihan bom.

  1. 1. Serangan udara sasar Zawayda dan tewaskan seorang balita

    potret seorang anak di Gaza
    potret seorang anak di Gaza (pixabay.com/hosnysalah)

    Militer Israel melancarkan serangan menggunakan dua rudal yang menghantam bangunan gudang di kota Zawayda, Gaza tengah. Ledakan keras tersebut memicu kebakaran hebat serta meratakan bangunan menjadi tumpukan puing besi dan beton.

    Dinding bangunan yang hancur membuat serpihan material menyebar hingga puluhan meter ke permukiman sekitar. Lontaran serpihan tersebut melukai enam warga sipil yang sedang berada di dekat lokasi kejadian.

    Salah satu korban luka adalah anak laki-laki berusia empat tahun bernama Muhammad Abdel Salam Hassan Taha. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat luka parah.

    Serangan terpisah juga mengguncang kawasan Jalan Salah al-Din dan kamp pengungsi Nuseirat yang menewaskan dua orang lainnya. Pengungsi Palestina yang selamat di lokasi kejadian mengaku hidup dalam ketakutan karena serangan terus berulang.

    "Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa sama sekali di sini. Kami hanya ingin solusi dan ingin hidup damai," tutur Abu Ahmed, seorang warga Palestina yang mengungsi di dekat lokasi serangan, dilansir Al Jazeera.

  2. 2. Israel ancam perluas serangan akibat layang-layang

    PM Israel Benjamin Netanyahu
    PM Israel Benjamin Netanyahu (U.S. Department of State from United States, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengeluarkan ancaman serangan baru usai menggelar rapat keamanan pada Minggu malam. Pemerintah Israel memperingatkan akan menggencarkan operasi pembunuhan terarah dan mengusir penduduk dari kawasan tertentu.

    Ancaman tersebut dipicu oleh laporan peluncuran empat layang-layang, balon, serta drone dari Gaza menuju perbatasan Israel. Katz bahkan menyamakan penerbangan layang-layang kertas dengan ancaman drone bersenjata.

    Pihak militer Israel sempat mengakui bahwa layang-layang yang ditemukan di dekat Nahal Oz tidak membawa bahan peledak dan tidak menimbulkan bahaya. Sementara itu, Hamas mengecam ancaman Israel yang dinilai hanya mencari dalih untuk melanjutkan serangan.

    "Ancaman yang didasarkan pada dalih palsu ini merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi terhadap rakyat kami, bahkan sampai mengancam anak-anak," ujar Hazem Qassem, juru bicara Hamas, dilansir Anadolu Agency.

  3. 3. Israel terus serang Gaza meskipun ada gencatan senjata

    pemandangan reruntuhan di Gaza. (pixabay.com/hosnysalah)
    pemandangan reruntuhan di Gaza. (pixabay.com/hosnysalah)

    Serangan udara terbaru semakin merusak kesepakatan gencatan senjata yang telah dimediasi Amerika Serikat (AS) sejak Oktober 2025. Perjanjian tersebut semula dirancang untuk menghentikan pertempuran besar serta memfasilitasi penarikan pasukan Israel.

    Hamas menuduh Israel sengaja melanggar gencatan senjata dan merusak kerangka rencana perdamaian yang didorong Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, militer Israel tetap melancarkan serangan dengan dalih menargetkan militan dan jaringan terowongan.

    Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 1.286 warga Gaza tewas dan 4.257 lainnya terluka akibat gempuran Israel sejak gencatan senjata dimulai. Korban terus berjatuhan di berbagai wilayah, termasuk di Khan Younis dan Al-Shujaiyya.

    Sejak perang meletus pada Oktober 2023, jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah menembus lebih dari 73.400 jiwa. Kerusakan infrastruktur yang mencapai 90 persen membuat prospek pemulihan dan stabilitas kawasan kian sulit tercapai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More