Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Mau Sumbang Rp3,6 T buat Pasukan Perdamaian di Gaza

AS Mau Sumbang Rp3,6 T buat Pasukan Perdamaian di Gaza
ilustrasi pasukan perdamaian Gaza (pexels.com/AMORIE SAM)
  • AS berencana menyumbang 206 juta dolar AS atau sekitar Rp3,6 triliun kepada Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza, termasuk 6 juta dolar untuk kendaraan lapis baja.
  • Dana AS akan membiayai senjata, infrastruktur, kendaraan, dan operasional ISF yang bertugas menjaga keamanan, mendukung demiliterisasi, serta mengamankan distribusi bantuan dan material rekonstruksi.
  • ISF bentukan Dewan Perdamaian Gaza mendapat komitmen tentara dari lima negara, sementara rekonstruksi masih terhambat karena dana BoP yang terkumpul belum diumumkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan menyumbang 206 juta dolar AS atau sekitar Rp3,6 triliun untuk pasukan perdamaian di Gaza. Dilansir Times of Israel, Kamis (20/8/2026), rencana tersebut sebetulnya sudah disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS pada 30 Juli lalu. Namun, informasi itu tidak dirilis ke publik dan baru terungkap baru-baru ini.

Lewat laman resminya, Kemlu AS menjelaskan, pihaknya akan menyumbang sekitar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,5 triliun untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang ditugaskan di Gaza. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan senjata, infrastruktur, kendaraan, dan biaya operasional ISF.

Selain itu, AS juga akan menyumbang dana tambahan sebesar 6 juta dolar AS atau Rp106,5 miliar untuk membeli kendaraan lapis baja agar ISF mudah menjalankan tugasnya.

  1. 1. AS akan mendukung penuh ISF bertugas di Gaza

    Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
    Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (unsplash.com/Emad El Byed)

    Sumbangan ini merupakan upaya pertama AS untuk memulai rekonstruksi di Gaza. Sebab, dengan keberadaan ISF, upaya tersebut jadi lebih mudah dilakukan. Kemlu AS menjelaskan, semua dana yang telah disumbang merupakan bentuk dukungan penuh AS terhadap ISF. Sebab, ISF akan bertugas mengontrol dan menjaga keamanan di Gaza agar wilayah tersebut bisa segera dibangun kembali.  

    “ISF akan memimpin operasi keamanan, mendukung demiliterisasi komprehensif, serta memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi ke Gaza dengan aman,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu AS.

  2. 2. ISF dibentuk oleh BoP untuk mengamankan Gaza

    Sejumlah pemimpin negara sedang menghadiri peresmian pendirian Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di Davos, Swiss, pada Februari 2026.
    Sejumlah pemimpin negara sedang menghadiri peresmian pendirian Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di Davos, Swiss, pada Februari 2026. (commons.wikimedia.org/Press Service of the President of the Republic of Azerbaijan)

    Sebagai informasi, ISF merupakan pasukan perdamaian yang dibentuk oleh Dewan Perdamaian (BoP) Gaza. Pasukan ini bertugas menjaga keamanan di Gaza dari ancaman militer untuk memuluskan upaya AS agar bisa merekonstruksi wilayah tersebut. ISF menggantikan pasukan Hamas yang sebelumnya menguasai Gaza. 

    Sejauh ini, baru ada lima negara di dunia yang sepakat menyumbangkan tentaranya untuk ISF. Mereka terdiri dari Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Namun, hingga saat ini, masih belum jelas kapan pasukan tersebut akan dikirim ke ISF. Di sisi lain, Mesir dan Yordania hanya bersedia memberi pelatihan militer untuk polisi-polisi yang ada di Gaza. 

  3. 3. Rencana rekonstruksi Gaza masih belum jelas hingga saat ini

    Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel.
    Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

    Sebetulnya, rencana rekonstruksi Gaza hingga saat ini masih belum jelas. Sebab, BoP disebut belum punya dana untuk mewujudkan impian tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk membangun kembali Gaza kini sedikit terhambat. 

    Pada April lalu, sudah ada sejumlah negara yang bersedia menyumbang dana ke BoP untuk membantu upaya rekonstruksi Gaza. Mereka adalah Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan AS sendiri. Jika ditotal, jumlah dana yang akan didapat BoP dari negara-negara tersebut mencapai 17 miliar dolar AS atau Rp301,8 triliun. Namun, hingga saat ini, BoP belum mengabarkan berapa dana yang sudah terkumpul untuk merekonstruksi Gaza.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More