Founder FPCI Dino Patti Djalal dalam INZS 2025. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Selain menyoroti pentingnya kemauan politik, Dino juga mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, setiap generasi memiliki tantangan sejarahnya masing-masing.
Ia mencontohkan generasi 1908 yang melahirkan semangat kebangkitan nasional, generasi 1945 yang memperjuangkan kemerdekaan, hingga generasi Reformasi 1998 yang mendorong demokrasi. Sementara itu, generasi muda saat ini dinilai memiliki tanggung jawab menghadapi krisis iklim.
“Kalau kalian mencari apa misi terbesar generasi ini, saya kira jawabannya adalah perubahan iklim. Karena isu ini akan menentukan politik, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, hingga masa depan kehidupan manusia,” katanya.
Dino mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim akan paling banyak dirasakan oleh generasi muda yang akan hidup puluhan tahun ke depan. Karena itu, ia berharap anak-anak muda tidak bersikap apatis terhadap persoalan tersebut.
“Ini adalah perjuangan kalian. Kalian yang akan hidup di masa depan itu. Mudah-mudahan kalian tidak lari dari kenyataan ini, tetapi justru menjadi generasi yang mampu mencari solusi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujar Dino.
Di akhir wawancara, Dino mengungkapkan harapannya agar dalam lima tahun ke depan Indonesia dapat menunjukkan kemajuan nyata dalam transisi energi. Ia ingin melihat semakin banyak kendaraan listrik di jalan, pembangunan transportasi publik yang semakin baik, bertambahnya gedung ramah lingkungan, restorasi hutan, hingga terwujudnya pembangkit energi bersih dalam skala besar.
“Kalau semua itu tercapai, saya yakin Indonesia bisa menjadi negara pelopor dalam ekonomi hijau dan penanganan perubahan iklim,” tuturnya.