Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
China Desak Dunia Cegah Perlombaan Senjata di Luar Angkasa
ilustrasi melayang di ruang angkasa. (pexels.com/Zelch Csaba)
  • China merilis dokumen kebijakan yang menempatkan pencegahan perlombaan senjata sebagai prioritas tata kelola luar angkasa, menyusul meningkatnya aktivitas militer dan risiko konflik di orbit.
  • Beijing mendorong hukum internasional yang mengikat untuk mengendalikan senjata antariksa, melarang ancaman terhadap objek antariksa, serta memperbarui aturan yang tertinggal dari kemajuan teknologi.
  • China menyerukan peran utama PBB dalam pengelolaan antariksa, termasuk kerja sama riset, berbagi teknologi, pengawasan bisnis komersial, komunikasi krisis, dan penanganan sampah antariksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China resmi merilis dokumen kebijakan bertajuk "China's Position on Strengthening Outer Space Governance" pada Jumat (23/10/2026). Dokumen yang diumumkan dalam pembukaan Forum Tata Kelola Global 2026 di Kawasan Baru Xiong'an, Provinsi Hebei, tersebut menetapkan pencegahan perlombaan senjata sebagai prioritas utama pengelolaan luar angkasa.

Langkah diplomatik ini diambil Beijing untuk mendorong pembaruan aturan antariksa internasional agar lebih adil dan terbuka bagi semua pihak. Pemerintah China pun menegaskan bahwa pemanfaatan ruang angkasa harus dikelola demi kepentingan bersama seluruh negara tanpa terkecuali.

1. Pencegahan perlombaan senjata militer di luar angkasa

ilustrasi Bumi dari ruang angkasa. (unsplash.com/NASA)

Dokumen tersebut menyoroti meningkatnya aktivitas militer dan risiko bentrokan di luar angkasa yang dinilai makin mengkhawatirkan. Kekhawatiran ini menguat di tengah ketegangan global, terutama setelah pejabat pertahanan Amerika Serikat mengakui kepemilikan senjata kendali antariksa di orbit.

"Risiko perlombaan senjata yang mengubah luar angkasa menjadi medan konflik baru adalah ancaman terbesar bagi keamanan antariksa. Karena itu, seluruh negara harus segera memperkuat aturan global," tulis dokumen kebijakan tersebut, dilansir China South Morning Post.

Sejalan dengan sikap itu, Beijing menolak kebijakan militer yang bersifat menyerang dan mendorong pembuatan hukum internasional yang mengikat untuk mengendalikan senjata di luar angkasa. Masyarakat internasional juga didesak untuk melarang segala bentuk ancaman atau serangan terhadap objek antariksa guna mencegah pecahnya konflik bersenjata.

2. Pembaruan hukum internasional di tengah pesatnya teknologi antariksa

ilustrasi bendera China (commons.wikimedia.org/TurnOnTheNight)

Selain masalah militer, China menilai hukum internasional saat ini tertinggal jauh dari pesatnya kemajuan sains dan industri antariksa modern. Meningkatnya penjelajahan dan pemanfaatan orbit Bumi telah memicu celah hukum serta kerentanan keamanan baru yang membutuhkan pembaruan aturan.

"Penjelajahan luar angkasa harus memberi manfaat bagi semua negara. Namun, aturan hukum internasional saat ini masih tertinggal jauh dari pesatnya kemajuan teknologi," bunyi dokumen tersebut.

Kesenjangan teknologi antariksa dinilai turut menghambat akses negara berkembang dalam mencapai tujuan pembangunan global. Untuk mengatasinya, China mendorong pelaksanaan agenda Space2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui riset bersama dan pembagian teknologi, sekaligus menuntut pengawasan ketat terhadap bisnis antariksa komersial agar tidak melanggar kedaulatan negara lain.

3. Peran utama PBB dalam memperkuat kerja sama antariksa global

ilustrasi ruang angkasa (commons.wikimedia.org/NASA)

Untuk menjaga stabilitas jangka panjang, China merumuskan sejumlah prinsip dasar pengelolaan ruang angkasa yang adil. Pendekatan ini bertujuan membangun tatanan global yang bertumpu pada kesepakatan bersama antarnegara.

"China mengajak setiap negara untuk menjunjung nilai kemanusiaan, menghormati kedaulatan, mematuhi hukum internasional, serta mengutamakan kerja sama nyata bagi umat manusia," sebut dokumen kebijakan itu.

Melalui prinsip tersebut, Beijing mendorong keseimbangan antara pembangunan dan keamanan demi masa depan bersama yang berkelanjutan di luar angkasa. China pun menegaskan bahwa PBB harus tetap memegang peran utama dalam pengelolaan antariksa, sembari mengajak seluruh negara meningkatkan keterbukaan informasi, komunikasi pencegahan krisis, dan kerja sama penanganan sampah antariksa tanpa diskriminasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article