Jakarta, IDN Times - Kekerasan pemukim Israel terhadap para jurnalis di wilayah Tepi Barat melonjak drastis sepanjang delapan bulan pertama pada 2026. Berdasarkan laporan Committee to Protect Journalists (CPJ), terdapat sedikitnya 16 insiden penyerangan, ancaman, hingga penghalangan kerja jurnalistik yang menimpa sedikitnya 35 jurnalis asal Palestina, Israel, dan media internasional di wilayah pendudukan tersebut.
Angka kekerasan ini melampaui catatan sepanjang 2025 yang mendokumentasikan 13 insiden dengan melibatkan 25 jurnalis. Para pekerja pers di lapangan menghadapi serangan fisik seperti pemukulan, tendangan, perusakan kendaraan operasional liputan, hingga ancaman tembakan peluru tajam saat meliput penggusuran bangunan maupun aktivitas permukiman.
