Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat berpidato di Dewan Keamanan PBB (DK PBB) Selasa (24/9/2024). (twitter.com/ZelenskyyUa)
  • Partai Demokrat merebut kendali Senat dan DPR AS, memicu harapan Zelenskyy akan meningkatnya bantuan bagi Ukraina saat agenda Kongres baru dimulai Januari.
  • Zelenskyy dan pejabat Uni Eropa menilai kerja sama AS-Eropa, bantuan finansial-militer, serta tekanan bersama terhadap Rusia penting untuk mendorong berakhirnya perang.
  • Pemimpin Eropa berbeda pandangan soal dampak kemenangan Demokrat: sebagian meragukan perubahan kebijakan Trump, sementara lainnya melihat peluang membahas kembali bantuan Ukraina dan inisiatif perdamaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berharap bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan sela di Amerika Serikat (AS) akan mendatangkan lebih banyak bantuan bagi Kiev. Para pejabat Eropa juga telah mendesak Kongres AS yang baru untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia guna mengakhiri konflik di Ukraina.

Pernyataan Zelenskyy pada Rabu (4/11/2026) muncul setelah Partai Demokrat merebut kendali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Republik. Sebelumnya, Partai Demokrat telah mengatakan bahwa bantuan terhadap Kiev akan menjadi prioritas saat pihaknya memegang kendali atas agenda Kongres pada Januari mendatang.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden AS, Donald Trump, telah mengambil sejumlah langkah yang menguntungkan Rusia. Langkah tersebut mencakup kesepakatan untuk mengimpor bahan bakar diesel dari Moskow dan pencabutan sanksi terhadap negara rival Barat tersebut, dikutip dari Al Jazeera.

1. Kemenangan Demokrat memberi partai tersebut pengaruh lebih besar di Kongres

ilustrasi bendera AS (pexels.com/Brett Sayles)

Kendali oleh Partai Demokrat dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap agenda legislatif, penyelidikan komite, dan pengeluaran federal. Mayoritas kursi yang dipegang partai tandingan Trump tersebut memungkinkan mereka untuk menindaklanjuti berbagai isu melalui rapat dengar pendapat, permintaan dokumen, dan penyelidikan.

Namun, dukungan dari partai Republik tetap krusial, terlepas dari partai mana yang memegang kendali. Berdasarkan aturan Senat saat ini, penghentian debat atas sebagian besar rancangan undang-undang umumnya memerlukan 60 suara, mengutip Kyiv Post.

Trump telah mengisyaratkan bahwa dirinya dapat bekerja sama dengan pihak Demokrat di Kongres, selama partai tersebut tidak berupaya menghalangi pemerintahannya. Meski demikian, Trump tetap memegang hak veto. Untuk membatalkannya, diperlukan dukungan dua pertiga dari anggota di masing-masing kamar legislatif, dengan syarat kuorum terpenuhi.

2. Zelenskyy sebut kerja sama AS-Eropa penting untuk hadapi Putin

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (Presidential Communications Office, Public domain, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy menyoroti seruan Demokrat untuk membangun kembali hubungan antara Washington dan Eropa. Menurutnya, kerja sama transatlantik sangat penting untuk dalam menghadapi Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pemimpin Kiev itu mengatakan bahwa komitmen yang lebih kuat dari Kongres dalam memberikan bantuan keuangan dan militer dapat memengaruhi perhitungan Moskow terkait kelanjutan perangnya di Ukraina. Zelenskyy juga berharap dukungan yang lebih besar dari AS akan membawa negosiasi dan kemungkinan tercapainya perjanjian damai dengan Kremlin.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, berharap agar Kongres yang baru terus mendukung Ukraina sekaligus memberikan tekanan lebih besar terhadap Rusia. Dia mengatakan bahwa Eropa dan AS akan jauh lebih kuat jika bekerja sama. Dia berharap tekanan bersama keduanya akan memaksa Moskow untuk mengakhiri perang.

3. Optimisme dan pesimisme pemimpin Eropa terhadap arah kebijakan Trump

ilustrasi peta Eropa (pexels.com/Pixabay)

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyatakan keraguan bahwa Trump akan mengubah arah kebijakannya, terlepas dari kemenangan telak Partai Demokrat. Pihak lain di Eropa mengingatkan bahwa Trump masih menjabat selama dua tahun ke depan sehingga kebijakan luar negeri Washington kemungkinan besar tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menunjukkan sikap yang lebih optimis. Menurutnya, kemenangan Partai Demokrat dapat menciptakan peluang untuk meluncurkan inisiatif baru guna mengakhiri perang di Ukraina dan Iran. Diplomat itu juga optimistis bantuan untuk Kiev yang sempat dipangkas oleh Trump akan kembali dibahas.

Menteri Luar Negeri Austria, Beate Meinl-Reisinger, mengatakan bahwa keamanan dan kemakmuran negaranya maupun Eropa tidak boleh bergantung pada bagaimana masyarakat di AS memberikan suara mereka. Menurutnya, Eropa harus terus memperkuat kemampuan pertahanan serta daya saingnya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article