Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden Israel Mulai Periode Konsultasi untuk Bentuk Pemerintahan

3 min read
Presiden Israel Mulai Periode Konsultasi untuk Bentuk Pemerintahan
ilustrasi bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)
  • Presiden Isaac Herzog memulai konsultasi dengan pemimpin partai setelah hasil pemilu parlemen diterima, sebelum menunjuk kandidat pembentuk koalisi pemerintahan.
  • Kubu Benjamin Netanyahu meraih 53 kursi dan Gadi Eisenkot 48 kursi; dukungan Ra’am membuka peluang Eisenkot mendekati mayoritas, sementara sikap Joint List belum diumumkan.
  • Komisi Pemilihan Umum Israel tidak menemukan kecurangan yang memengaruhi hasil, sementara Jaksa Agung menolak pemeriksaan pejabat terpilih tanpa bukti dan penyelidikan intervensi asing berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Israel Isaac Herzog telah menerima hasil resmi pemilihan parlemen pekan lalu dan mulai melakukan konsultasi dengan para pemimpin partai terkait pembentukan pemerintahan pada Rabu (4/11/2026). Setelah konsultasi berakhir, Herzog akan memilih kandidat untuk membentuk koalisi pemerintahan.

Herzog telah menerima rekomendasi dari perwakilan faksi Religious Zionism, yakni Zehut, Shas, dan Yisrael Beytenu. Tiga faksi yang sejalan dengan basis religius-nasionalis Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merekomendasikan pemimpin Israel itu untuk membentuk koalisi, sementara satu faksi lainnya mendukung tokoh oposisi utama, Gadi Eisenkot.

Delapan partai lainnya, termasuk dua faksi yang dipimpin oleh kelompok Arab, dijadwalkan bertemu dengan Herzog pada Kamis (5/11/2026). Sementara itu, partai Yashar pimpinan Eisenkot dan partai Likud pimpinan Netanyahu akan menjadi pihak terakhir yang ditemui.

Dalam pemungutan suara pada 27 Oktober lalu, baik koalisi Netanyahu maupun Eisenkot, gagal meraih 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan. Koalisi pemimpin Israel tersebut memperoleh 53 kursi, sementara kubu Eisenkot mendapatkan 48 kursi, dilansir Al Jazeera.

  1. 1. Eisenkot berpeluang mencapai suara mayoritas jika berkoalisi dengan partai-partai Arab

    bendera Israel
    ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/Stanislav Vdovin)

    Prospek Eisenkot membaik setelah Ra’am, salah satu partai yang dipimpin oleh kelompok Arab, menyatakan akan memberikan dukungan kepadanya. Hal ini membuat jumlah dukungan yang akan diterima mencapai 56 kursi, meski angka tersebut masih belum mencapai mayoritas.

    Sementara itu, partai lainnya yang dipimpin oleh kelompok Arab, Joint List, belum mengumumkan sikapnya. Partai tersebut diperkirakan akan memberikan dukungan kepada Eisenkot jika diminta. Sebanyak 11 kursi yang dimiliki partai tersebut dapat membantu Eisenkot melampaui ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk mencapai mayoritas.

    Setelah periode konsultasi Herzog berakhir, kandidat yang terpilih nantinya akan memiliki waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan, dengan kemungkinan perpanjangan selama 14 hari. Jika kandidat tersebut gagal, dalam hal ini antara Netanyahu dan Eisenkot, Israel akan kembali mengadakan pemilihan umum pada awal tahun depan.

  2. 2. Pukulan bagi upaya Netanyahu untuk mendiskreditkan hasil pemilu

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Hudson Institute, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Hudson Institute, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Diterimanya hasil pemilihan menjadi pukulan bagi upaya Netanyahu untuk mendiskreditkan hasil pemungutan suara. Pemimpin Israel itu telah berulang kali melontarkan klaim tanpa dasar bahwa partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab telah mencuri suara dalam pemilihan tersebut.

    Herzog mengatakan bahwa pemilihan umum telah berakhir dan kini saatnya untuk menghadapi kenyataan. Presiden Israel tersebut mendesak kubu Netanyahu dan Eisenkot untuk berkompromi guna menghindari pemilihan umum baru.

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Israel pada Rabu menyatakan tidak menemukan bukti adanya kecurangan yang mencederai integritas pemilihan atau memengaruhi hasilnya. Pernyataan ini disampaikan setelah penyelidikan menyeluruh terhadap klaim kecurangan yang diajukan oleh berbagai pihak, dilaporkan oleh BBC.

    Ketua KPU pusat, Noam Sohlberg, menambahkan bahwa tindakan meragukan hasil pemilihan adalah hal yang berbahaya, seraya menegaskan bahwa hasil tersebut memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Sohlberg memperingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap proses pemilihan mudah untuk dihancurkan, tetapi sangat sulit untuk dipulihkan.

  3. 3. Jaksa Agung Israel tolak permintaan untuk interogasi pejabat terpilih

    Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.
    Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. (DedaSasha, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Jaksa Agung Gali Baharav-Miara juga telah menolak permintaan untuk memeriksa para pejabat terpilih tanpa adanya bukti pendukung. Koalisi partai-partai Arab, Joint List, mengecam permintaan tersebut dan menyebutnya sebagai kampanye hasutan oleh Netanyahu beserta sekutunya untuk mendelegitimasi suara masyarakat Arab, dikutip dari CNA.

    Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, seorang sekutu sayap kanan ekstrem Netanyahu, mendesak badan intelijen Shin Bet untuk menangkap semua pemimpin partai politik Arab. Pejabat itu menyerukan agar para pemimpin tersebut diinterogasi di ruang interogasi bawah tanah sampai kecurigaan terkait kecurangan benar-benar diklarifikasi.

    Sementara itu, penyelidikan terpisah yang dilakukan oleh Shin Bet terkait dugaan intervensi asing dalam pemilihan umum masih terus berlangsung. Herzog mengatakan bahwa penyelidikan tersebut harus tetap berjalan, dan mengingatkan agar para pemilih Arab-Israel tidak difitnah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More