Jakarta, IDN Times – Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) North Atlantic Treaty Organization (NATO), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta negaranya mendapat peran lebih besar dalam arsitektur pertahanan Eropa. Di hadapan delegasi parlemen dari 32 negara anggota NATO di Istanbul pada Senin (29/6/2026), Erdogan menyampaikan Ankara ingin dilibatkan dalam seluruh inisiatif keamanan di benua tersebut.
Erdogan mengatakan kontribusi pertahanan Turki masih kerap luput dari perhatian negara-negara sekutu.
“Kontribusi Turki yang tidak tergantikan terhadap keamanan Eropa kadang-kadang diabaikan,” kata Erdogan, dikutip Asharq Al-Awsat.
Erdogan juga meminta hambatan perdagangan industri pertahanan di antara negara anggota NATO dihapus agar pembagian beban antarsekutu berjalan lebih adil. Turki masih menghadapi sentimen negatif terkait kebijakan luar negerinya, meski letak geografis dan kekuatan militernya tetap menjadi faktor penting bagi keamanan Eropa dan Timur Tengah.
