ilustrasi peta wilayah Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)
Tiga negara penengah, yakni Turki, Mesir, dan Qatar, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan militer Israel. Serangan terbaru dinilai melukai proses diplomasi yang sedang mengupayakan penerapan rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza. Dilansir Daily Sabah, ketiga negara menilai langkah konstruktif yang telah dicapai dalam perundingan kini berada dalam bahaya akibat eskalasi militer tersebut.
Dalam pernyataan resminya, para mediator menegaskan bahwa serangan senjata tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga memperkeruh stabilitas kawasan. Mereka meminta militer Israel untuk sepenuhnya mematuhi seluruh kewajiban dalam kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui. Selain itu, negara-negara penengah mendesak komunitas internasional memberikan tekanan lebih besar agar tragedi kemanusiaan tidak makin meluas.
"Negara-negara mediator menekankan bahwa intensifikasi serangan Israel pada tahap kritis ini merusak upaya regional dan internasional," bunyi petikan pernyataan bersama tersebut. Para mediator juga mengingatkan pentingnya Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB sebagai fondasi diplomasi perdamaian. Perlindungan terhadap warga sipil dianggap sebagai syarat mutlak agar negosiasi lanjutan dapat membuahkan hasil nyata.