Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta Ekspres di Jepang

- Empat pekerja rel berusia 50-an hingga 60-an tewas tertabrak kereta ekspres terbatas di Stasiun Shin-Kanuma, Tochigi, saat melakukan perawatan jalur pada Kamis pagi.
- Kereta menuju Asakusa membawa sekitar 50 penumpang yang selamat; layanan Jalur Tobu Nikko sempat dihentikan, lalu kembali beroperasi setelah pukul 15.00.
- Polisi dan Tobu Railway menyelidiki dugaan pelanggaran prosedur keselamatan, termasuk alasan pekerja tidak dievakuasi meski masinis mengaku telah membunyikan klakson.
Jakarta, IDN Times - Empat pekerja rel tewas setelah tertabrak kereta ekspres terbatas di Stasiun Shin-Kanuma, Prefektur Tochigi, sebelah utara Tokyo, pada Kamis (20/8/2026). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.45 pagi waktu setempat di Jalur Tobu Nikko.
Keempat korban berusia antara 50-an hingga 60-an. Mereka sedang melakukan pekerjaan perawatan, seperti membersihkan gulma dan menyemprotkan herbisida, di jalur kereta ketika kecelakaan terjadi. Para pekerja tersebut merupakan bagian dari kru beranggotakan 10 orang, termasuk 3 pengawas.
Polisi dan petugas pemadam kebakaran menemukan mereka dalam kondisi tidak sadarkan diri di dekat rel dan di bawah kereta. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia, dilansir NHK News.
1. Dugaan pelanggaran prosedur keselamatan diselidiki
Tobu Railway mengatakan kereta yang menabrak para pekerja sedang menuju Stasiun Asakusa, Tokyo, dan dijadwalkan berhenti di Stasiun Shin-Kanuma. Sekitar 50 penumpang berada di dalam kereta dilaporkan selamat, tidak ada penumpang maupun awak yang terluka.
BBC melaporkan, seorang penumpang menceritakan suasana di dalam kereta bahwa ia mendengar suara aneh sebelum kereta melakukan pengereman mendadak. Para penumpang sempat tertahan di dalam gerbong selama beberapa saat sementara petugas memeriksa sumber suara.
Layanan di kedua jalur Tobu Nikko antara Stasiun Shin-Tochigi dan Stasiun Shimo-Imaichi dihentikan sementara setelah kecelakaan tersebut, dan dilanjutkan kembali tak lama setelah pukul 15.00. Kepolisian setempat bersama operator kereta api Tobu Railway kini tengah menginvestigasi dugaan pelanggaran prosedur keselamatan kerja di lokasi kejadian.
2. Bagaimana prosedur pengawasan di lapangan?

Potret petugas kereta di Jepang. (pexels.com/Faruk Tokluoğlu) Dalam prosedur keselamatan yang berlaku, seorang pengawas harus memastikan tidak ada kereta yang mendekat dan memperingatkan pekerja agar meninggalkan rel. Setelah memastikan jalur aman, pengawas memberi sinyal kepada masinis dengan bendera, yang kemudian wajib membalasnya dengan membunyikan klakson.
Masinis mengonfirmasi telah membunyikan klakson usai melihat kibaran bendera dari pengawas di lokasi. Namun, pihak Tobu Railway belum dapat memastikan apakah pengawas telah memberikan peringatan dengan benar kepada para pekerja sebelum kereta mendekat. Pihak perusahaan mengklaim sistem pengawasan standar sebenarnya telah berjalan, tetapi penyebab pasti kegagalan evakuasi pekerja masih diselidiki, dikutip dari Kyodo News.
Manajer umum Tobu Railway, Takao Suzuki, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan permintaan maaf yang tulus kepada keluarga mereka.
"Kami juga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada semua pihak yang terlibat dan kepada pelanggan kami," ujarnya.
3. Kecelakaan fatal yang jarang terjadi di Jepang
Insiden tersebut menjadi perhatian di Jepang, negara yang dikenal memiliki jaringan kereta api luas dengan catatan keselamatan yang relatif tinggi.
Adapun kereta ekspres terbatas yang terlibat dalam insiden ini merupakan moda transportasi tercepat kedua di Jepang, setelah kereta cepat Shinkansen. Tobu Railway telah mengoperasikan layanan kereta ekspres terbatas yang menghubungkan Tokyo dengan destinasi wisata Nikko dan resor pemandian air panas Kinugawa Onsen sejak sebelum Perang Dunia II, dilansir Asahi Shimbun.



















