Jakarta, IDN Times - Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD) menyoroti insiden kekerasan antara warga Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dan personel TNI dari Yonif 896/Serumpun Pseko di kawasan perkebunan PT SAL, Jambi.
FIAD menyatakan keprihatinan atas insiden yang terjadi pada Jumat (28/8/2026) tersebut. Mereka menilai persoalan tersebut tidak semata-mata merupakan konflik kriminal, tetapi juga berkaitan dengan persoalan struktural mengenai konflik agraria dan perlindungan hak masyarakat adat.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun FIAD, insiden bermula ketika personel TNI menegur sekelompok Orang Rimba yang diduga membawa tandan buah segar (TBS) dari kawasan inti PT SAL. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi adu mulut dan aksi saling pukul.
FIAD menyebut video yang beredar menunjukkan dugaan pemukulan oleh oknum personel TNI serta aksi pembalasan berupa pengeroyokan terhadap personel TNI oleh Orang Rimba.
