ilustrasi cuaca panas ekstrem (unsplash.com/tinkerman)
Data resmi dari jaringan EuroMOMO mencatat ada 10.650 kematian berlebih di Eropa. Angka ini tercatat selama sepekan sejak tanggal 22 hingga 28 Juni lalu. Gelombang panas dilaporkan memuncak di beberapa negara seperti Prancis, Spanyol, dan Inggris.
Dari total tersebut, lebih dari 9 ribu jiwa di antaranya merupakan warga berusia 65 tahun ke atas. Lansia dinilai sebagai kelompok paling rentan terhadap sengatan panas ekstrem. Suhu tinggi dapat memicu serangan panas dan memperburuk penyakit pernapasan.
Prancis dan Belgia tercatat sebagai negara yang mengalami tingkat kematian berlebih sangat tinggi pada akhir Juni. Belgia bahkan mencatat angka kematian tertinggi akibat gelombang panas sejak pencatatan dimulai pada 2000.
Pada waktu yang sama, Inggris dan Wales juga mencatatkan 2.700 kematian terkait panas sepanjang Mei dan Juni. Sementara itu, Jerman telah melaporkan lebih dari 5.120 kematian akibat panas pada tahun ini. Mayoritas korban tewas di Jerman adalah warga yang berusia 75 tahun ke atas.
"Memiliki angka kematian berlebih seperti ini pada saat ini adalah hal yang tidak biasa, ini benar-benar tinggi," ujar Kepala Dokter Statens Serum Institut Lasse Vestergaard, dilansir The Straits Times pada Minggu (12/7/2026).