Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebakaran Hutan Portugal Meluas akibat Gelombang Panas

Kebakaran Hutan Portugal Meluas akibat Gelombang Panas
Ilustrasi kebakaran hutan (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Kebakaran hutan di wilayah utara Portugal, khususnya Vouzela, meluas hingga lebih dari 10 ribu hektare akibat gelombang panas ekstrem dan angin kencang.
  • Pemerintah Portugal mengerahkan lebih dari seribu petugas, ratusan kendaraan, serta bantuan internasional dari Spanyol dan Eropa untuk memperkuat upaya pemadaman.
  • Suhu mencapai 44 derajat Celsius membuat otoritas menetapkan status siaga merah di 12 distrik dan memberlakukan larangan aktivitas berisiko di kawasan hutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan di wilayah utara Portugal terus meluas hingga Sabtu (4/7/2026). Kebakaran ini dipicu oleh gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah negara tersebut.

Berdasarkan data satelit, area lahan yang terbakar saat ini diperkirakan telah melampaui 10 ribu hektare.

Pemerintah Portugal mengerahkan lebih dari seribu petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan titik api. Otoritas setempat juga mulai mengaktifkan mekanisme bantuan internasional guna mengantisipasi dampak yang lebih buruk.

1. Kebakaran hutan di Vouzela menghanguskan belasan ribu hektare lahan

Kebakaran bermula pada Rabu (1/7/2026) malam di wilayah Vouzela, distrik Viseu. Api menyebar dengan cepat akibat tanaman yang kering serta embusan angin kencang.

Peristiwa ini memutus jaringan kabel serat optik sepanjang beberapa kilometer. Selain itu, sejumlah rumah tinggal warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak memicu titik api baru. Pemerintah menegaskan bahwa kelalaian kecil di tengah cuaca kering dapat memicu kebakaran yang jauh lebih besar.

"Kebakaran hutan hanya bisa dicegah jika masyarakat sadar dan menghindari tindakan ceroboh yang berbahaya," kata Menteri Dalam Negeri Portugal, Luis Neves, dilansir Portugal Resident.

2. Pemerintah mengerahkan ribuan personel dan bantuan internasional

Sebanyak 1.100 petugas pemadam kebakaran, 380 kendaraan taktis, serta delapan pesawat pemadam dikerahkan ke lokasi. Pasukan militer dari unit darurat Spanyol juga ikut diterjunkan untuk membantu di lapangan.

Pemerintah Portugal turut mengaktifkan Protokol Perlindungan Sipil Eropa untuk mendatangkan bantuan pesawat pengebom air tambahan. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan untuk melindungi wilayah lain yang berisiko tinggi.

"Kami meminta bantuan Eropa serta mengaktifkan perjanjian dengan Spanyol dan Maroko. Langkah ini diambil bukan karena kami kekurangan personel, melainkan karena seluruh wilayah kami saat ini berada dalam risiko kebakaran yang sangat tinggi," ujar Perdana Menteri Luis Montenegro, dikutip dari Times of India.

3. Gelombang panas ekstrem memicu penetapan status siaga di Portugal

Suhu udara ekstrem yang mencapai 44 derajat Celsius, kelembapan rendah, dan angin kencang menjadi faktor utama sulitnya proses pemadaman. Badan meteorologi setempat kini menetapkan status siaga merah untuk 12 distrik hingga akhir pekan.

Sebagai respons, pemerintah memberlakukan status siaga darurat di seluruh wilayah daratan. Warga dilarang masuk ke kawasan hutan dan menyalakan kembang api. Penggunaan alat mekanis di pedesaan juga dibatasi untuk mencegah percikan api baru.

Pihak keamanan saat ini memperketat pengawasan darat dan menyiagakan penuh seluruh sistem tanggap darurat, terutama di zona rawan.

"Kami sedang memperkuat sistem tanggap darurat dengan menyebarkan personel ke seluruh penjuru negeri, khususnya di wilayah yang berisiko tinggi terjadi kebakaran," jelas Komandan Perlindungan Sipil Portugal, Mario Silvestre.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More