Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyetujui uji klinis bagi dua vaksin Ebola anyar yang dirancang secara khusus untuk melawan virus Bundibugyo. Langkah strategis ini direkomendasikan kelompok ahli WHO guna meredam wabah terbesar dalam sejarah Republik Demokratik Kongo (DRC)
Rangkaian uji coba ini rencananya bakal dipimpin langsung oleh Institut Nasional untuk Penelitian Biomedis DRC dengan menggandeng dukungan penuh dari WHO beserta berbagai mitra internasional. Vaksin tersebut merupakan hasil pengembangan kolaboratif antara Universitas Oxford, Serum Institute of India, serta Moderna, di mana hasil akhirnya diprediksi bakal rampung pada awal 2027.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa kehadiran vaksin mutakhir ini tidak serta-merta menggantikan langkah-langkah penyelamatan mendasar yang sudah berjalan di lapangan.
“Vaksin adalah alat yang ampuh, tetapi vaksin bukanlah pengganti langkah-langkah terbukti yang dapat menyelamatkan nyawa sekarang: perawatan dini, pelacakan kontak, isolasi, pemakaman yang aman dan bermartabat, serta pelibatan yang tepercaya dengan masyarakat,” ujar Tedros, dikutip Al Jazeera.