Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Militer Israel Banjir Kecaman
pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)
  • Foto viral menunjukkan tentara Israel menghancurkan patung Yesus di Deir Siryan, Lebanon, memicu kecaman global dan desakan penyelidikan atas tindakan yang dianggap menodai simbol keagamaan.
  • Militer Israel mengonfirmasi keaslian foto tersebut dan menyatakan tindakan itu tidak sesuai nilai militer, sambil meluncurkan penyelidikan terhadap prajurit yang terlibat.
  • Konflik di Lebanon sejak Maret 2026 telah menewaskan hampir 2.300 orang dan membuat lebih dari sejuta warga mengungsi, meski gencatan senjata 10 hari diumumkan oleh Presiden AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah foto viral yang menampilkan tentara Israel menghancurkan patung Yesus Kristus di desa Deir Siryan, Lebanon selatan, telah memicu kemarahan publik. Banyak pengguna media sosial juga mengkritik sikap diam komunitas internasional atas serangan terhadap simbol dan situs keagamaan yang dilakukan oleh tentara maupun pemukim Israel.

Dilansir 9News, foto tersebut pertama kali diunggah oleh jurnalis Palestina Younis Tirawi di X pada Minggu (19/4/2026), menunjukkan seorang tentara menggunakan palu besar untuk menghancurkan kepala patung Yesus Kristus. Dalam caption-nya, Tirawi menyebut tentara itu berasal dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang beroperasi di Lebanon selatan. Tidak diketahui kapan foto itu diambil.

“Kami akan menunggu untuk mendengar juru bicara polisi mengklaim bahwa ‘tentara itu merasa terancam oleh Yesus’," komentar Ayman Odeh, anggota parlemen Israel (Knesset) dari Palestina, di media sosial.

Ahmad Tibi, anggota Knesset Palestina lainnya, menulis di Facebook bahwa mereka yang meledakkan masjid dan gereja di Gaza dan meludahi pendeta Kristen di Yerusalem tanpa hukuman tidak akan takut untuk menghancurkan patung Yesus Kristus dan mempublikasikannya.

“Mungkin para rasis ini juga belajar dari Donald Trump untuk menghina Yesus Kristus dan menghina Paus Leo?” ujarnya, merujuk pada kontroversi terbaru presiden AS tersebut, termasuk gambar AI yang menggambarkan dirinya sebagai sosok yang mirip Yesus, dan perseteruannya dengan pemimpin Gereja Katolik Roma yang mengkritik perang di Iran.

1. Militer Israel sebut akan lakukan penyelidikan

bendera Israel (pexels.com/Leonid Altman)

Dilansir TRT, mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, turut mengecam kabar tersebut, seraya mempertanyakan status Israel sebagai sekutu terbesar AS yang menerima miliaran dolar dana pajak dan senjata. Sementara itu, komentator sayap kanan yang juga mantan anggota Kongres, Matt Gaetz, menyebut apa yang dilakukan oleh militer Israel itu mengerikan.

"Tentara Israel telah mengunggah foto kejahatan perang dan penodaan budaya mereka selama 2,5 tahun berturut-turut tanpa henti," kata Ryan Grim, seorang tokoh media terkemuka di AS.

Militer Israel telah mengonfirmasi keaslian foto tersebut dalam pernyataan pada Senin (20/4/2026). Mereka mengakui tindakan itu tidak sejalan dengan nilai-nilai militer maupun perilaku yang diharapkan dari para tentaranya. Pihaknya menambahkan bahwa penyelidikan telah diluncurkan dan tindakan yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat.

2. Israel berulang kali serang situs keagamaan di Palestina sebelumnya

Masjid Al-Aqsa (pexels.com/Yasir Gürbüz)

Dilansir dari Al Jazeera, pasukan Israel telah berulang kali menyerang situs-situs keagamaan, termasuk masjid dan gereja, selama perang genosida Israel di Gaza yang meletus pada Oktober 2023. Menurut Kementerian Agama Otoritas Palestina, para pemukim Israel juga merusak atau menyerang 45 masjid di Tepi Barat yang diduduki sepanjang 2025.

Secara terpisah, Pusat Data Kebebasan Beragama (RFDC) juga mendokumentasikan sedikitnya 201 insiden kekerasan terhadap umat Kristen, yang sebagian besar dilakukan oleh kelompok Yahudi Ortodoks, antara Januari 2024 hingga September 2025.

Sebagian besar insiden tersebut, yang mencakup berbagai bentuk pelecehan seperti meludah, kekerasan verbal, vandalisme, dan penyerangan, terjadi di Kota Tua Yerusalem, yang berada di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki.

3. Hampir 2.300 orang tewas di Lebanon akibat serangan Israel

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Dilansir Anadolu, konflik di Lebanon kembali meletus pada awal Maret 2026, setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, yang saat itu diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Tel Aviv kemudian membalas dengan serangan besar-besaran ke Lebanon dan invasi ke wilayah selatan negara itu, menewaskan hampir 2.300 orang dan memaksa lebih dari 1 juta lainnya mengungsi.

Pada Kamis (16/4/2026), Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026). Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah pertemuan tingkat tinggi pertama antara Lebanon dan Israel dalam beberapa dekade.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Jumat, mengatakan bahwa Israel berniat mempertahankan kendali atas semua wilayah yang telah didudukinya di Lebanon selatan. Media Israel melaporkan bahwa militer juga menyebut adanya “Garis Kuning” di selatan Sungai Litani, yang menandai area operasi pasukannya. Garis tersebut membentang dari Naqoura di barat hingga Khiam di timur laut, melewati sejumlah kota termasuk Shaqra, Aita al-Shaab, Bint Jbeil, dan Adaisseh.

Belum jelas total wilayah Garis Kuning tersebut, tapi laporan media menyebutkan bahwa pasukan Israel berada di sekitar 55 kota dan desa di Lebanon selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team