Jakarta, IDN Times - Sebuah foto viral yang menampilkan tentara Israel menghancurkan patung Yesus Kristus di desa Deir Siryan, Lebanon selatan, telah memicu kemarahan publik. Banyak pengguna media sosial juga mengkritik sikap diam komunitas internasional atas serangan terhadap simbol dan situs keagamaan yang dilakukan oleh tentara maupun pemukim Israel.
Dilansir 9News, foto tersebut pertama kali diunggah oleh jurnalis Palestina Younis Tirawi di X pada Minggu (19/4/2026), menunjukkan seorang tentara menggunakan palu besar untuk menghancurkan kepala patung Yesus Kristus. Dalam caption-nya, Tirawi menyebut tentara itu berasal dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang beroperasi di Lebanon selatan. Tidak diketahui kapan foto itu diambil.
“Kami akan menunggu untuk mendengar juru bicara polisi mengklaim bahwa ‘tentara itu merasa terancam oleh Yesus’," komentar Ayman Odeh, anggota parlemen Israel (Knesset) dari Palestina, di media sosial.
Ahmad Tibi, anggota Knesset Palestina lainnya, menulis di Facebook bahwa mereka yang meledakkan masjid dan gereja di Gaza dan meludahi pendeta Kristen di Yerusalem tanpa hukuman tidak akan takut untuk menghancurkan patung Yesus Kristus dan mempublikasikannya.
“Mungkin para rasis ini juga belajar dari Donald Trump untuk menghina Yesus Kristus dan menghina Paus Leo?” ujarnya, merujuk pada kontroversi terbaru presiden AS tersebut, termasuk gambar AI yang menggambarkan dirinya sebagai sosok yang mirip Yesus, dan perseteruannya dengan pemimpin Gereja Katolik Roma yang mengkritik perang di Iran.
