Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Militer Yaman Klaim Bunuh 700 Pasukan Houthi di Sejumlah Wilayah

2 min read
Militer Yaman Klaim Bunuh 700 Pasukan Houthi di Sejumlah Wilayah
potret wilayah Yaman (pexels.com/Lara Jameson)
  • Militer Yaman mengklaim menewaskan 700 pasukan Houthi dan menyerang 257 target di delapan wilayah, dengan Taiz disebut menjadi lokasi serangan paling intens.
  • Operasi menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan peluncur roket; militer Yaman mengklaim menghancurkan 170 kendaraan tempur serta alat berat Houthi.
  • Sehari sebelumnya, Yaman mengklaim hampir 500 serangan menewaskan atau melukai 1.540 anggota Houthi, yang juga menghadapi serangan Arab Saudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Yaman mengklaim berhasil menewaskan 700 pasukan Houthi dalam serangan terbaru di sejumlah wilayah pada Sabtu (3/10/2026) kemarin. Juru Bicara miIiter Yaman, Kolonel Majed Abdullah Al-Nazili, mengatakan, pihaknya berhasil menyerang 257 target militer Houthi dalam serangan tersebut. 

Menurut Al-Nazili, serangan saat itu menyasar target militer Houthi yang ada Sanaa, Midi, Baqim, Al-Jawf, Marib, Al-Bayda, Taiz, dan Lahij. Namun, ia mengaku serangan paling brutal dilakukan Taiz. Sebab, dilansir Al Jazeera, ada banyak pasukan dan fasilitas militer penting Houthi di wilayah tersebut.   

  1. 1. Sebanyak 170 kendaraan tempur dan alat berat Houthi berhasil dihancurkan

    Kendaraan lapis baja.
    potret kendaraan tempur (pexels.com/Aibek Skakov)

    Al-Nazili menambahkan, serangan pada Sabtu dilakukan dengan menggunakan pesawat tempur, drone, senjata artileri, rudal, dan peluncur roket. Ia menyebut serangan itu sukses menghancurkan pertahanan Houthi. Sebab, serangan itu berhasil membunuh pasukan dan menghancurkan fasilitas militer milik milisi tersebut.

    Serangan terbaru yang dilakukan militer Yaman juga berhasil menghancurkan 170 kendaraan tempur dan alat berat milik Houthi. Al-Nazili mengatakan, semua fasilitas tersebut selama ini digunakan untuk menyerang militer Yaman. Oleh karena itu, ia menilai serangan ini bisa mengurangi potensi serangan balasan dari Houthi.

  2. 2. Yaman sebelumnya sudah melakukan hampir 500 serangan ke Houthi

    Serangan udara.
    ilustrasi serangan (unsplash.com/Edgar Serrano)

    Pada Jumat (2/10/2026), militer Yaman juga melakukan serangan ke pasukan Houthi. Al-Nazili mengklaim militer Yaman ketika itu melakukan hampir 500 serangan ke milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut. Menurutnya, serangan tersebut berhasil menewaskan dan melukai setidaknya 1.540 tentara Houthi yang sedang bertugas. 

    Pemerintah Yaman mengatakan akan terus menekan kekuatan militer Houthi sampai mereka berhasil dikalahkan. Langkah ini bertujuan untuk merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang sebelumnya sudah berhasil dikuasai milisi tersebut. Salah satu wilayah strategis Yaman yang kini sudah jatuh ke tangan Houthi adalah Kota Mocha, salah satu kota pesisir yang kerap digunakan Yaman untuk memfasilitasi aktivitas perdagangan internasional. 

  3. 3. Houthi juga sedang berperang dengan Arab Saudi

    Bendera Arab Saudi sedang berkibar.
    potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)

    Selain dengan Yaman, Houthi saat ini juga sedang berperang dengan Arab Saudi. Kondisi ini membuat Houthi saat ini tertekan karena mendapat serangan dari dua negara sekaligus, yakni Yaman dan Arab Saudi. Pada Jumat lalu, Houthi mengatakan angkatan bersenjata Riyadh telah melakukan sekitar 94 serangan terhadap mereka selama 24 jam.

    Perang antara Arab Saudi dan Houthi sendiri kembali pecah pada Juli lalu. Hal ini dipicu serangan Houthi terhadap kapal tanker minyak milik Arab Saudi yang ketika itu sedang melintas di Laut Merah. Serangan tersebut lantas dibalas oleh Riyadh. Sejak saat itu, pertempuran di antara kedua pihak berlangsung hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More