Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Houthi: Pengakuan Israel atas Somaliland Ancam Kawasan

ilustrasi kelompok bersenjata
ilustrasi kelompok bersenjata (pexels.com/Ivan Hassib)
Intinya sih...
  • Kelompok Houthi menilai pengakuan Israel mengancam kawasan.
  • Pemimpin pemberontak Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan bahwa keputusan Israel berisiko menimbulkan dampak serius.
  • Somaliland menjalankan pemerintahan mandiri tanpa pengakuan internasional
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesIsrael mengumumkan pengakuan resmi terhadap Somaliland pada pekan lalu. Keputusan ini menjadikan Israel sebagai negara pertama yang menyatakan pengakuan atas republik yang memproklamasikan kemerdekaannya sejak 1991 tersebut.

Langkah itu segera memicu reaksi keras dari kelompok Houthi di Yaman. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk keberadaan Israel di wilayah Somaliland akan diperlakukan sebagai sasaran militer.

1. Kelompok Houthi menilai pengakuan Israel mengancam kawasan

Angkatan Laut Israel menyambut kedatangan kapal perang China di Pelabuhan Haifa pada 13 Agustus 2012. Kehadiran kapal ini menandai 20 tahun kerja sama antara Angkatan Laut Israel dan China. Komandan Pangkalan Haifa, Brigjen Eli Sharvit, menyambut kedatangan Laksamana Muda Yang Jun-Fei. (https://www.flickr.com/people/45644610@N03, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Angkatan Laut Israel menyambut kedatangan kapal perang China di Pelabuhan Haifa pada 13 Agustus 2012. Kehadiran kapal ini menandai 20 tahun kerja sama antara Angkatan Laut Israel dan China. Komandan Pangkalan Haifa, Brigjen Eli Sharvit, menyambut kedatangan Laksamana Muda Yang Jun-Fei. (https://www.flickr.com/people/45644610@N03, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Pemimpin pemberontak Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, pada Minggu (28/12/2025) menyatakan bahwa keputusan Israel berisiko menimbulkan dampak serius. Ia menyebut pengakuan tersebut sebagai tindakan bermusuhan yang tak hanya mengancam Somalia, tetapi juga kawasan Afrika di sekitarnya, Yaman, Laut Merah, hingga negara-negara di sepanjang kedua pesisir laut itu.

“Kami menganggap kehadiran Israel apa pun di Somaliland sebagai target militer bagi angkatan bersenjata kami, karena itu merupakan agresi terhadap Somalia dan Yemen, serta ancaman terhadap keamanan kawasan,” ujar Abdul-Malik al-Houthi, sebagaimana tertuang dalam pernyataan yang disebarkan media kelompok tersebut secara daring, dikutip dari Al Jazeera.

Sejalan dengan itu, para analis kawasan menilai kerja sama Israel dengan Somaliland membuka peluang akses yang lebih luas ke Laut Merah. Akses tersebut dinilai memungkinkan Israel bergerak lebih leluasa dalam melancarkan operasi militer terhadap kelompok Houthi di Yaman.

2. Somaliland menjalankan pemerintahan mandiri tanpa pengakuan internasional

ilustrasi peta
ilustrasi peta (pexels.com/Lara Jameson)

Selama bertahun-tahun, Somaliland berupaya meraih pengakuan dunia internasional dengan mengandalkan posisinya yang strategis di Teluk Aden. Wilayah ini telah memiliki mata uang sendiri, paspor resmi, serta angkatan bersenjata independen meskipun belum diakui secara resmi sejak memisahkan diri dari Somalia pada 1991.

Dalam praktiknya, Somaliland mengelola pemerintahan administratif, politik, dan keamanan secara mandiri. Pemerintah Somalia yang berkedudukan di Mogadishu tak berhasil menguasai wilayah tersebut, sementara Somaliland relatif lebih stabil dibandingkan daratan utama Somalia yang kerap diguncang serangan kelompok al-Shabab di ibu kota.

Dilansir dari TRT World, pemerintah federal Somalia secara tegas menolak mengakui kemerdekaan Somaliland. Mogadishu tetap memandang wilayah utara itu sebagai bagian tak terpisahkan dari negara serta menilai setiap bentuk kerja sama langsung dengan Somaliland sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah nasional.

3. Pengakuan Israel menuai kecaman internasional luas

bendera Israel
bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

Keputusan Israel segera memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Uni Afrika (UA), Mesir, Turki, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang beranggotakan enam negara, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang bermarkas di Arab Saudi, sementara Uni Eropa (UE) menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan Somalia.

Sejak melancarkan operasi militer besar di Gaza pada Oktober 2023, Israel beberapa kali membalas dengan serangan udara ke Yaman atas aksi Houthi yang menargetkan wilayahnya. Kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza, sehingga menarik perhatian luas selama konflik berlangsung.

Saat ini, Houthi telah menangguhkan aksi militernya sejak gencatan senjata rapuh di Gaza mulai diberlakukan pada Oktober. Sejak kesepakatan itu efektif, belum ada lagi serangan yang diklaim oleh kelompok tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Zohran Mamdani Cetak Sejarah di New York, Dilantik dengan Alquran

01 Jan 2026, 13:02 WIBNews