Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ada Rudal Nuklir Rusia di Belarus, Bisa Capai Markas NATO?

rudal Rusia
rudal Rusia (Mil.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Rudal hipersonik Oreshnik ditempatkan di Belarus sebagai respons terhadap ancaman Barat
  • Oreshnik mampu mencapai markas NATO dalam 17 menit dengan jangkauan operasional hingga 5.500 kilometer
  • Pengerahan rudal ini bersamaan dengan tuduhan serangan drone Ukraina ke kediaman Putin, bayangi negosiasi damai Ukraina
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times- Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman penempatan sistem rudal hipersonik Oreshnik di Belarus pada Selasa (30/12/2025). Moskow mengonfirmasi senjata berkemampuan nuklir tersebut telah mulai bertugas aktif di negara sekutunya itu.

Penempatan dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat dan upaya negosiasi damai Ukraina yang sedang berlangsung. Video yang beredar memperlihatkan peluncur rudal bermanuver di hutan bersalju dan disamarkan oleh pasukan khusus.

1. Rudal ditempatkan di Belarus timur

bendera Belarus
bendera Belarus (unsplash.com/aboodi vesakaran)

Rekaman video Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengungkapkan lokasi spesifik penempatan rudal tersebut demi alasan keamanan. Namun, peneliti Amerika Serikat (AS) meyakini sistem tersebut ditempatkan di bekas pangkalan udara Krichev-6 di Belarus timur.

Identifikasi lokasi ini didasarkan pada analisis citra satelit komersial yang mencocokkan bangunan dalam video dengan foto area tersebut. Pangkalan ini berada di sekitar 307 kilometer di sebelah timur ibu kota Minsk.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko sebelumnya telah mengumumkan kedatangan rudal Oreshnik awal bulan ini sebagai respons terhadap ancaman Barat. Ia mengungkap, Rusia akan menempatkan hingga 10 unit sistem rudal tersebut di negaranya.

“Sistem rudal Oreshnik Rusia telah memasuki status tugas tempur di Belarus sebagai konfirmasi jelas atas efektivitas perjanjian antarnegara mengenai jaminan keamanan dalam Union State,” ujar Duta Besar Rusia untuk Belarus, Boris Gryzlov, dilansir Al Jazeera.

2. Oreshnik mampu capai markas NATO dalam 17 menit

ilustrasi NATO-Ukraina
ilustrasi NATO-Ukraina (unsplash.com/Marek Studzinski)

Dilansir ABC News, Oreshnik merupakan rudal balistik jarak menengah yang diklaim Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki kecepatan hingga 10 kali kecepatan suara atau Mach 10. Senjata canggih ini disebut mustahil dicegat oleh sistem pertahanan udara yang ada saat ini.

Media pemerintah Rusia melaporkan rudal ini hanya butuh waktu 11 menit untuk mencapai pangkalan udara di Polandia. Sementara, waktu tempuh ke markas besar NATO di Brussels diperkirakan hanya memakan waktu 17 menit.

Dengan jangkauan operasional hingga 5.500 kilometer, Oreshnik secara teori dapat menyerang target di seluruh Eropa hingga AS bagian barat. Potensi daya hancurnya dianggap setara dengan senjata nuklir meskipun saat hanya menggunakan hulu ledak konvensional, dilansir Straits Times.

Doktrin nuklir Rusia yang baru diketahui telah menempatkan Belarus di bawah payung perlindungan nuklir Moskow. Putin memperingatkan, Moskow akan memperluas perolehan wilayah di Ukraina jika tuntutan damai mereka ditolak oleh Kiev dan sekutunya.

3. Tuduhan serangan drone bayangi negosiasi damai Ukraina

Pengerahan rudal ini terjadi bersamaan dengan tuduhan Moskow atas serangan drone Ukraina ke kediaman Putin di wilayah Novgorod. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berjanji akan meninjau ulang posisi perdamaian negaranya akibat insiden itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan Rusia untuk menyabotase perundingan. Bantahan ini disampaikan sehari setelah pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Florida.

Zelenskyy dan Trump dilaporkan telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembahasan kesepakatan keamanan untuk mengakhiri perang. Namun, isu teritorial dan penarikan pasukan masih menjadi perdebatan antara pihak yang bertikai di meja perundingan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Rusia Mau Panggil Tentara Cadangan untuk Jaga Fasilitas Penting

01 Jan 2026, 09:10 WIBNews