Rusia dan Korea Utara mematangkan pengerahan 50.000 prajurit hingga akhir November mendatang. Langkah ini bertujuan membantu Rusia merebut wilayah Donbas, meliputi Luhansk dan Donetsk, sebelum akhir 2026.
Langkah ini dipicu tingginya kerugian tentara Rusia di medan perang. Intelijen Ukraina mencatat lebih dari 42.000 prajurit Rusia tewas atau terluka selama Juli lalu.
Dokumen intelijen Ukraina menunjukkan skenario pengerahan sedang difinalisasi.
"Rusia dan Korea Utara diperkirakan segera memberi persetujuan di tingkat pimpinan," kata pejabat intelijen Ukraina.
Strategi ini menjadi tumpuan Rusia menjaga intensitas perang tanpa mobilisasi massa baru.