Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Klaim Jual Minyak Rp322 Triliun Selama Perang-Gencatan Senjata AS
potret bendera Iran (pixabay.com/Chickenonline)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengklaim berhasil menjual minyak dengan total harga 18 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp322,5 triliun selama berperang dan gencatan senjata dengan AS. Klaim tersebut disampaikan oleh Kementerian Perminyakan Iran pada Sabtu (25/7/2026). 

“Ini mencakup lebih dari 60 persen pendapatan minyak yang diproyeksikan dalam anggaran tahun ini di tengah krisis,” demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Perminyakan Iran, seperti dilansir The Strait Times pada Minggu (26/7/2026).  

1. Sebagian minyak dijual saat perang dan sebagian lagi saat gencatan senjata

ilustrasi tambang minyak (pexels.com/Jan Zakelj)

Kementerian Perminyakan Iran menambahkan, mereka berhasil menjual minyak dengan total harga 11,5 miliar dolar AS atau Rp206,1 triliun saat masih berperang dengan AS. Sementara itu, selama gencatan senjata, Iran berhasil menjual minyak dengan total harga 6,5 miliar dolar AS atau Rp116,4 triliun.

Klaim Kementerian Perminyakan Iran ini berbanding terbalik dengan pernyataan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Sebab, pada akhir Juni lalu, ia mengatakan bahwa Iran sama sekali tidak bisa mengekspor minyaknya ke pasar global karena blokade pelabuhan yang dilakukan oleh Negeri Paman Sam. 

2. AS memblokade semua pelabuhan Iran sejak April

ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Blokade AS terhadap pelabuhan Iran sudah dimulai sejak April lalu. Ketika itu, langkah tersebut dilakukan sebagai balasan terhadap Iran karena sudah menutup Selat Hormuz secara penuh. Blokade ini membuat Iran tidak bisa mengekspor minyak ke pasar global melalui pelabuhannya. 

Pada Juni lalu, Presiden Donald Trump memutuskan untuk menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran. Ini karena AS dan Iran sudah mencapai kesepakatan damai. Namun, pada 14 Juli, Trump kembali memblokade semua pelabuhan Iran. Kebijakan ini dilakukan sebagai balasan karena Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menyerang kapal komersial yang melintas di sana. 

“Pasukan AS meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan yang terus membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” kata Kepala Komando Tengah (CENTCOM) militer AS, Laksamana Brad Cooper, soal blokade pelabuhan Iran dilansir Times of Israel.   

3. Blokade AS terhadap pelabuhan Iran masih berlanjut

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Hingga saat ini, AS masih melakukan blokade terhadap semua pelabuhan milik Iran. Hal tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh CENTCOM pada Minggu. CENTCOM mengatakan, blokade ini akan dilakukan sampai Iran membuka kembali Selat Hormuz. 

“Blokade angkatan laut AS terhadap Iran tetap berlaku sepenuhnya. Hingga 25 Juli, CENTCOM telah mengalihkan 12 kapal komersial yang mencoba menerobos blokade, menonaktifkan 2 kapal yang tidak patuh, dan menaiki 2 kapal lainnya untuk memastikan kepatuhan total,” jelas CENTCOM dalam sebuah unggahan di media sosial X.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article