Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Larang Prancis Ikut di Pembersihan Ranjau Selat Hormuz
Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Iran menolak usulan Prancis untuk ikut dalam pembersihan ranjau di Selat Hormuz dan menegaskan hanya Iran yang berwenang berdasarkan nota kesepahaman Islamabad.
  • Wakil Menteri Luar Negeri Iran meminta Prancis menghindari tindakan provokatif karena situasi kawasan dianggap sensitif dan kompleks.
  • Meski ada kesepakatan gencatan senjata dengan AS, Iran menyatakan belum menjadwalkan dialog lanjutan terkait kerja sama keamanan dan isu nuklir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesIran menolak usulan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengenai kerja sama internasional untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz pada Senin (29/6/026). Jalur pelayaran itu menjadi salah satu rute energi terpenting di dunia karena dilalui pengiriman minyak dan gas global.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyampaikan bahwa pembersihan ranjau hanya dapat dilakukan oleh Iran sesuai nota kesepahaman Islamabad yang telah disepakati bersama Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ia juga menyatakan negaranya tak memberikan izin kepada negara lain untuk terlibat dalam operasi tersebut.

“Menurut nota kesepahaman Islamabad, pembersihan ranjau dilakukan hanya oleh Iran dan tidak oleh negara lain, dan kami pada dasarnya tidak mengizinkan hal tersebut,” tulis Kazem Gharibabadi, dikutip Politico.

1. Iran meminta Prancis menghindari provokasi

Bendera Prancis (pexels.com/Atypeek Dgn)

Gharibabadi menilai situasi di kawasan sudah berada dalam kondisi yang sensitif dan kompleks. Karena itu, ia meminta Prancis tak memperburuk keadaan melalui tindakan yang dinilai provokatif.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pengumuman Macron setelah bertemu Sultan Oman, Haitham bin Tariq, di Paris. Dalam pertemuan itu, Macron mengatakan Prancis dan Oman berencana menggandeng sejumlah mitra, termasuk Inggris, untuk menjaga keamanan jalur pelayaran serta memastikan lalu lintas laut di Selat Hormuz tetap bebas tanpa syarat.

2. Iran menegaskan kewenangan pembersihan ranjau

Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Dilansir TRT World, pemerintah Iran menyatakan kewenangan navigasi dan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz sepenuhnya diatur dalam Pasal 5 nota kesepahaman Islamabad. Sebagai negara pantai yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut, Iran menyebut koordinasi operasi menjadi hak tunggalnya demi menjaga kedaulatan wilayah perairan.

Melalui pernyataan resmi otoritas diplomatiknya, Iran juga menyampaikan bahwa pelibatan kekuatan asing bertentangan dengan ketentuan yang telah disepakati dalam nota kesepahaman tersebut.

3. Iran belum menjadwalkan dialog dengan AS

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

Perselisihan diplomatik itu muncul ketika gencatan senjata antara Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi rapuh setelah insiden saling serang. Meski kedua pihak telah sepakat menahan diri, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan belum ada agenda dialog lanjutan dengan AS.

Kesepakatan tersebut memberikan waktu 60 hari bagi Iran dan AS untuk melaksanakan 14 poin kerja sama yang mencakup keamanan navigasi di Selat Hormuz, program nuklir, serta upaya menuju gencatan senjata permanen.

“Kami tidak akan memiliki pertemuan negosiasi apa pun di tingkat mana pun dengan pihak AS dalam beberapa hari mendatang,” kata Esmaeil Baghaei.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article