Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Serang 3 Markas Militer AS di Kuwait, Fasilitas Vital Jadi Target
Angkatan bersenjata Iran melakukan serangan menggunakan rudal. (http://fna.ir/ezj0uh via commons.wikimedia.org/Medhi Marizad)
  • Iran melalui Korps Garda Revolusi menyerang tiga markas militer AS di Kuwait, menargetkan sistem rudal, komunikasi, dan radar hingga menyebabkan kerusakan pada fasilitas vital tersebut.
  • Sebelum serangan ke markas AS, Iran meluncurkan rudal ke wilayah Kuwait namun berhasil dicegat oleh pertahanan udara Kuwait yang memicu ledakan besar dan peringatan keamanan nasional.
  • Pada hari yang sama, militer AS melancarkan serangan ke-10 terhadap situs militer Iran di beberapa kota pesisir untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Iran mengklaim telah menyerang tiga markas militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait yang terdiri dari kamp militer Arifjan, pangkalan angkatan darat Ahmad Al-Jaber, dan pangkalan udara Ali Al-Salem. Serangan tersebut dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (21/7/2026) pagi waktu setempat.

Serangan terbaru Iran kali ini menargetkan tiga fasilitas vital yang ada di pangkalan militer AS. Tiga fasilitas itu terdiri dari sistem rudal, sistem komunikasi, dan sistem radar. Dilansir Jerusalem Post, tiga fasilitas tersebut mengalami sejumlah kerusakan usai dihantam rudal dan drone yang ditembakkan oleh IRGC.

1. Iran juga menyerang sejumlah wilayah yang ada di Kuwait

potret Kota Kuwait, Kuwait (pexels.com/nour qaloush)

Sebelum menyerang markas militer AS, Iran sudah lebih dulu melakukan serangan ke sejumlah wilayah yang ada di Kuwait. Beruntungnya, pasukan militer Kuwait berhasil mencegat dan melumpuhkan rudal yang ditembakkan oleh IRGC. Upaya tersebut menimbulkan ledakan yang cukup kencang sehingga memicu sirene bahaya berbunyi.

“Pertahanan udara Kuwait saat ini menghadapi serangan rudal dan drone musuh menyusul agresi Iran yang keji. Staf umum angkatan darat mencatat bahwa jika terdengar suara ledakan. Itu adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh. Semua orang dimohon untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang yang berwenang,” bunyi pernyataan resmi pasukan militer Kuwait di X, seperti dikutip Jerusalem Post.

2. AS melakukan serangan ke-10 ke Iran

ilustrasi serangan ke markas militer Amerika Serikat (pexels.com/Edu Raw)

Pada hari yang sama, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS mengatakan pihaknya berhasil meluncurkan gelombang serangan ke-10 terhadap Iran. Serangan tersebut ditujukan ke sejumlah situs militer Iran yang ada di Sirik, Bandar Abbas, Qeshm Island, Chabahar, dan Konarak. 

“Serangan-serangan itu dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang kapal-kapal dagang yang melewati Selat Hormuz. Pasukan Amerika (Serikat) tetap siaga dan siap untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan terhadap pelaut sipil yang berupaya melintasi selat tersebut secara bebas dan terbuka," bunyi pernyataan CENTCOM di X.  

3. Perang Iran dan AS semakin alot

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Perang antara Iran dan AS saat ini belum menunjukkan tanda-tanda usai. Sebab, kedua negara hingga kini masih saling serang. Iran juga tidak henti-hentinya melakukan serangan ke markas-markas militer AS yang ada di negara-negara Teluk. 

Pada Senin (20/7/2026) malam kemarin, CENTCOM sudah melakukan gelombang serangan ke-9 terhadap Iran. Serangan itu juga ditargetkan ke situs militer Iran yang ada di Bandar Abbas, Shiraz, Bandar Lengeh, Pulau Sirik, dan Pulau Qeshm.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article