Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Dakwa Pemukim atas Tewasnya Aktivis Film No Other Land
No Other Land (dok. Yabayay Media/No Other Land)
  • Jaksa Israel mendakwa pemukim Yinon Levy atas pembunuhan karena kelalaian terkait penembakan yang menewaskan aktivis Palestina Odeh Hathaleen di Umm al-Khair pada Juli 2025.
  • Levy juga didakwa membawa senjata ke wilayah tertentu dan merusak properti, tetapi membantah menembak Hathaleen serta menyatakan akan membuktikan dirinya tidak bersalah di pengadilan.
  • Hathaleen, guru dan aktivis yang tampil dalam dokumenter pemenang Oscar No Other Land, tewas di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak perang Gaza pecah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jaksa Israel menuduh Yinon Levy karena tembakan yang membuat Odeh Hathaleen meninggal. Odeh adalah guru, ayah tiga anak, dan ikut film No Other Land. Kejadian itu di desa Umm al-Khair. Levy bilang ia tidak menembak Odeh dan akan membela diri di pengadilan. Keluarga Odeh berharap keadilan datang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jaksa Israel mendakwa seorang pemukim Yahudi atas kematian aktivis Palestina Odeh Hathaleen, yang turut terlibat dalam film dokumenter peraih Oscar No Other Land. Dakwaan tersebut menjadi kasus pertama dalam hampir tiga tahun terakhir di mana warga Israel didakwa atas pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Israel mendakwa Yinon Levy dengan tuduhan pembunuhan karena kelalaian terkait penembakan yang menewaskan Hathaleen pada Juli 2025.

Kelompok hak asasi manusia Israel, B’Tselem, menyebut dakwaan ini sebagai yang pertama terhadap warga Israel atas pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat sejak hampir tiga tahun terakhir, meski kekerasan pemukim terus meningkat sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

1. Jaksa sebut Levy lepaskan tembakan ke warga

tentara Israel memeriksa tas seorang anak Palestina di Hebron, Tepi Barat (Trocaire from Ireland, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Berdasarkan surat dakwaan, insiden bermula ketika sekelompok pemukim mengoperasikan ekskavator di Desa Umm al-Khair yang memicu konfrontasi dengan warga Palestina. Jaksa menyebut Levy kemudian mengokang senjatanya dan melepaskan tembakan ke arah warga hingga mengenai Odeh Hathaleen.

Setelah itu, ia kembali menembakkan satu peluru ke udara. Selain dakwaan pembunuhan karena kelalaian, Levy juga didakwa atas pelanggaran memasuki wilayah dengan membawa senjata serta perusakan properti.

Levy membantah telah menembakkan peluru yang menewaskan Hathaleen. Dalam surat yang dikutip Al Jazeera, Jumat (7/8/2026), ia menyatakan akan membuktikan dirinya tidak bersalah di pengadilan.

2. Keluarga korban harap jadi titik balik

potret wilayah Tepi Barat, Palestina (flickr.com/Travel 2 Palestine via commons.wikimedia.org/Travel 2 Palestine)

Kuasa hukum keluarga Hathaleen menyambut dakwaan tersebut dan berharap kasus ini menjadi titik balik dalam penegakan hukum terhadap kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Sementara itu, B’Tselem menilai dakwaan tersebut merupakan pengecualian di tengah minimnya proses hukum terhadap pelaku kekerasan.

“Imunitas yang diberikan Israel kepada tentara dan pemukim yang melukai warga Palestina bukanlah kegagalan sistem, melainkan bagian penting dari kebijakan yang memungkinkan kekerasan terus berlanjut dan meningkat,” kata B’Tselem.

Aktivis Israel-Amerika Mattan Berner-Kadish yang berada di lokasi kejadian mengaku terkejut sekaligus lega karena kasus tersebut akhirnya diproses hukum, meski menurutnya dakwaan pembunuhan seharusnya dikenakan kepada Levy.

3. Aktivis film peraih Oscar

poster No Other Land (dok. Antipode Films/No Other Land)

Odeh Hathaleen merupakan seorang guru sekaligus ayah tiga anak yang dikenal sebagai aktivis penolak kekerasan pemukim Israel di kawasan Masafer Yatta, Tepi Barat.

Ia turut tampil dalam film dokumenter No Other Land, yang memenangkan Academy Award 2025. Film tersebut mengisahkan perjuangan warga Palestina menghadapi rencana pembongkaran permukiman mereka setelah Mahkamah Agung Israel pada 2022 mengizinkan penggusuran lebih dari 1.000 warga di wilayah tersebut.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedikitnya 1.110 warga Palestina tewas akibat tindakan tentara maupun pemukim Israel di Tepi Barat sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober 2023. Dalam periode yang sama, 41 warga Israel juga dilaporkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata atau warga Palestina.

Curated For You

Editorial Team

Related Article