Jakarta, IDN Times - Israel akan menggelar pemilihan umum pada Selasa (27/10/2026). Pemilu ini akan menentukan komposisi parlemen atau Knesset, sekaligus membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan dan penentuan perdana menteri berikutnya.
Sebanyak 37 partai dijadwalkan berpartisipasi dalam pemilu kali ini, termasuk Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Namun, tidak semua partai akan memperoleh kursi di parlemen karena Israel menerapkan ambang batas parlemen sebesar 3,25 persen.
Pemilu Israel tidak menggunakan sistem pemilihan langsung untuk menentukan perdana menteri. Warga memilih partai politik, sementara partai-partai yang berhasil masuk parlemen akan bernegosiasi untuk membentuk koalisi pemerintahan.
Persaingan kali ini juga berlangsung di tengah ketidakpastian politik. Selain menentukan kekuatan partai di parlemen, hasil pemilu akan memengaruhi nasib koalisi Netanyahu dan peluang para penantangnya untuk membentuk pemerintahan baru.
