Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel telah menghancurkan kompleks pemakaman di Jalur Gaza yang menjadi tempat peristirahatan terakhir 22 tentara Kanada yang gugur dalam misi penjaga perdamaian pertama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1956.
Pemakaman Perang Gaza di distrik Tuffah, Kota Gaza, dilaporkan telah berulang kali mengalami kerusakan akibat operasi militer Israel. Hasil citra satelit menunjukkan bahwa pasukan Israel secara bertahap menghancurkan batu-batu nisan di area pemakaman, menggali tanggul tanah menggunakan alat berat, serta menempatkan tank dan kendaraan lapis baja lainnya di sekitar lokasi tersebut. Selain itu, terdapat juga bekas ledakan yang menyebabkan sebagian area makam rusak.
"Rasanya seperti tidak ada lagi batu nisan di sana. Yang terlihat sekarang hanya tanah, kerikil, dan pasir,” kata Lia Bons kepada CBC. Saudara laki-lakinya, Adriann, termasuk di antara tentara Kanada yang dimakamkan di lokasi tersebut.
