drone Heron Israel (SSGT REYNALDO RAMON, USAF, Public domain, via Wikimedia Commons)
Dalam operasi ini, Israel menggunakan metode baru berupa kawanan drone berbasis kecerdasan buatan (AI). Pesawat induk meluncurkan banyak drone mikro dari ketinggian untuk menyerang target berdasarkan basis data yang ditenagai oleh AI.
Intelijen untuk serangan ini sebagian diperoleh dari warga Iran sendiri yang menentang pemerintah. Mereka merekam posisi pos pemeriksaan Basij menggunakan ponsel dan mengirimkannya melalui media sosial kepada pihak luar.
Data dari Armed Conflict Location & Event Data Project mencatat setidaknya ada 18 serangan Israel terhadap pos Basij pada hari Rabu (11/3/2026) saja. Sebagian besar serangan terjadi di berbagai distrik di wilayah ibu kota Teheran.
IDF mengeklaim serangan ini sebagai upaya menghancurkan kekuatan rezim yang kerap menggunakan kekerasan. Mereka menuduh Basij bertanggung jawab atas penangkapan massal dan penindasan demonstran belakangan ini.
“Selama beberapa hari terakhir, Angkatan Udara Israel, bertindak berdasarkan intelijen, telah menargetkan penghalang jalan dan operasi Basij,” kata militer Israel, dilansir CNA pada Sabtu (14/3/2026).