Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Klaim Serang Markas Militer Iran di Pulau Kharg

AS Klaim Serang Markas Militer Iran di Pulau Kharg
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat mengklaim melakukan serangan besar ke markas militer Iran di Pulau Kharg, dikonfirmasi langsung oleh Presiden Donald Trump sebagai operasi terbesar di Timur Tengah.
  • Trump menegaskan serangan hanya menyasar fasilitas militer, bukan infrastruktur minyak, namun mengancam akan menyerang fasilitas energi jika Iran terus menutup Selat Hormuz.
  • Perang antara Iran dengan AS dan Israel telah berlangsung dua pekan dengan ribuan korban tewas dan luka-luka di kedua pihak meski Trump menyebut konflik akan segera berakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat mengklaim telah melakukan serangan ke markas militer Iran yang berada di Pulau Kharg. Klaim tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden Donald Trump pada Sabtu (14/3/2026).

Dalam pernyataannya, Trump menyebut serangan ke pangkalan militer Iran di Pulau Kharg sebagai serangan terbesar yang pernah dilakukan Negeri Paman Sam di Timur Tengah. Ia juga mengancam akan menyerang pangkalan militer Iran lainnya jika mereka melakukan serangan balasan.

"AS telah melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, termasuk menghancurkan target militer di Pulau Kharg,” ujar Trump di laman Truth Social pribadinya, seperti dilansir The Strait Times

1. Trump memilih tidak menyerang fasilitas energi di Pulau Kharg

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menghadiri acara.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Dalam pernyataannya, Trump menambahkan bahwa serangan AS di Pulau Kharg hanya menyasar markas militer Iran saja, tidak menyasar fasilitas minyak yang ada di sana. Sebab, langkah tersebut bisa menyebabkan harga minyak dunia semakin naik. 

"Demi alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu," lanjut Trump.

Meski begitu, Trump mengancam akan menyerang fasilitas perminyakan Iran di Pulau Kharg jika mereka terus menutup Selat Hormuz. Ancaman ini dilontarkan Trump usai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan akan tetap menutup Selat Hormuz sampai perang dengan AS dan Israel usai. 

2. Trump bakal kawal kapal-kapal minyak untuk berlayar di Selat Hormuz

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Sebagai langkah antisipasi, Trump menegaskan akan meminta angkatan laut AS untuk mengawal kapal-kapal minyak untuk berlayar di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan agar pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke AS, tetap berjalan meski Iran memperketat pengamanan di selat tersebut. 

Namun, menurut Menteri Energi AS, Chris Wright, pasukan militer angkatan laut AS belum siap mengawal kapal-kapal minyak untuk berlayar di Selat Hormuz. Sebab, mereka saat ini sedang fokus melakukan perlawanan terhadap serangan yang dilakukan oleh Iran. 

“Kita sama sekali belum siap. Semua aset militer kita saat ini difokuskan untuk menghancurkan kemampuan ofensif Iran dan industri manufaktur yang memasok kemampuan ofensif mereka,” ujar Wright dilansir Al Jazeera.

3. Perang antara Iran dengan AS dan Israel sudah berjalan dua pekan

Bangunan hancur akibat serangan militer.
ilustrasi serangan AS dan Israel di Iran (pexels.com/Ahmed Akacha)

Saat ini, perang antara Iran dengan AS dan Israel sudah berjalan dua pekan. Meski Trump menyebut perang akan segera usai, hingga kini, AS dan Israel masih melakukan serangan terhadap Iran.

Sejauh ini, serangan AS dan Israel di Iran sudah menewaskan sekitar 1.444 orang. Padahal, dalam laporan-laporan sebelumnya, jumlah korban tewas masih 1.332 orang. Sementara itu, sekitar 17.000 orang lainnya mengalami luka-luka. 

Serangan balasan dari Iran juga menimbulkan korban tewas di pihak AS dan Israel. Di pihak AS, korban tewas berjumlah 11 orang, sedangkan korban luka berjumlah 150 orang. Semua korban tewas dan korban luka di pihak AS merupakan prajurit. Sementara itu, di pihak Israel, korban tewas berjumlah 15 orang, sedangkan korban luka sudah mencapai lebih dari 2 ribu orang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More