ilustrasi kapal nelayan (pexels.com/Nguyễn Hoàng Văn)
Pembuangan air olahan ke laut terus mendapat penolakan keras dari asosiasi nelayan domestik yang mengkhawatirkan keberlanjutan mata pencaharian mereka. Kepala Federasi Nasional Asosiasi Koperasi Perikanan (JF Zengyoren), Masanobu Sakamoto, dalam pernyataan resminya pada Minggu (23/8/2026), menegaskan penolakan kelompoknya tidak pernah berubah tanpa adanya pemahaman dan persetujuan penuh dari para nelayan serta masyarakat umum.
Sektor perikanan Jepang terpukul akibat pembatasan ekspor dari beberapa negara penolak, terutama China. Meskipun pemerintah China sempat menyampaikan rencana melonggarkan pemblokiran impor pada Juni 2025, pemulihan ekspor batal terwujud akibat ketegangan diplomatik pascapernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November 2025 terkait krisis Taiwan.
Sakamoto mencatat komoditas laut seperti teripang mengalami penurunan harga akibat sanksi ekspor dan menilai dukungan finansial dari pemerintah belum memadai bagi para nelayan. Menurut laporan The Japan News yang dikutip CGTN, harga grosir abalon dari Prefektur Iwate bahkan anjlok hingga 60.000 yen setara Rp6,6 juta (kurs Rp111) per 10 kilogram pada 2025—turun separuh dari harga sebelum pembuangan limbah sebesar 120.000 yen atau setara Rp13,3 juta hingga 140.000 yen atau setara Rp15,5 juta.
"Pasar yang telah hilang belum sepenuhnya pulih, dan ada kekhawatiran apakah pasar tersebut dapat dipulihkan sama sekali," kata Masanobu Sakamoto, menguraikan ketidakpastian industri perikanan.
Guna menanggulangi dampak ekonomi, TEPCO telah membayarkan kompensasi senilai 96,7 miliar yen atau sekitar 608 juta dolar AS setara Rp10,75 triliun (kurs Rp17.690) per 5 Agustus 2026. Pembayaran kompensasi tersebut mencakup sekitar 1.100 klaim kerugian bisnis, khususnya dari pelaku usaha luar Fukushima yang kehilangan akses ekspor kerang simping (scallops) dan teripang ke China serta Hong Kong. Sementara itu, nelayan lokal di Prefektur Fukushima menerima skema kompensasi terpisah atas penghentian sementara operasional mereka.