Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapal Feri Terbalik di Siprus Utara, 8 Tewas dan 17 Hilang
Ilustrasi kapal (Unsplash.com/M abnodey)
  • Feri FILOJET yang membawa sekitar 270 penumpang terbalik di perairan Siprus Utara saat menuju Turki, menewaskan delapan orang dan membuat 17 lainnya hilang.
  • Kapal mengalami gangguan teknis dan haluannya pecah dihantam gelombang, sehingga air membanjiri kabin; minim pelampung memicu kepanikan hingga sebagian penumpang melompat ke laut.
  • Tim gabungan mengevakuasi 241 penyintas, sementara nakhoda dan tujuh awak ditahan untuk menyelidiki dugaan kelalaian, termasuk kebocoran, keselamatan kapal, dan instruksi evakuasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah kapal feri komersial yang mengangkut sekitar 270 penumpang terbalik di perairan Siprus Utara pada Minggu (30/8/2026). Kapal swasta tersebut karam di kawasan Laut Mediterania Timur saat berlayar menuju daratan Turki.

Tragedi nahas ini menelan delapan korban jiwa, sementara 17 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan bersama otoritas setempat langsung menggelar operasi penyelamatan darurat berskala besar di lokasi kejadian guna mencari para korban.

1. Haluan kapal pecah dihantam gelombang laut

Kapal bernama FILOJET itu bertolak dari Pelabuhan Kyrenia pada pukul 12.30 waktu setempat menuju Pelabuhan Tasucu, Turki. Baru menempuh jarak empat mil laut dari lepas pantai, armada tersebut mengalami kendala teknis. Kapal berbadan ganda itu melaju tidak stabil dan berguncang keras.

Hantaman ombak yang bertubi-tubi memecahkan haluan depan kapal, membuat air laut masuk dengan deras ke kabin penumpang. Situasi ini seketika memicu kepanikan massal. Minimnya persediaan pelampung membuat sebagian penumpang nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

"Kapal bergetar hebat sebelum bagian depan kirinya pecah dan air masuk memenuhi ruangan kabin," ujar salah satu penyintas, Efe Multici, dilansir Livemint.

2. Tim SAR evakuasi ratusan penyintas ke pelabuhan

Pemerintah Siprus Utara bersama otoritas Turki bergerak cepat mengerahkan armada penyelamat ke lokasi kejadian. Sembilan unit kapal penjaga pantai dan dua helikopter diterjunkan bersama sejumlah armada sipil guna mempercepat proses evakuasi.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 241 orang yang sempat bertahan di atas lambung kapal yang terbalik. Seluruh korban selamat langsung dibawa menuju Pelabuhan Kyrenia untuk mendapatkan penanganan medis.

Feri tersebut pada akhirnya tenggelam hingga kedalaman 514 meter, kondisi yang sangat menyulitkan tim penyelam untuk menjangkau bangkai kapal.

"Pemerintah akan terus menyisir perairan tanpa henti hingga seluruh korban yang hilang berhasil ditemukan," tegas Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

3. Polisi tahan awak kapal guna usut dugaan kelalaian

Kepolisian Siprus Utara resmi menahan nakhoda beserta tujuh awak kapal FILOJET. Langkah ini diambil guna mengusut dugaan kelalaian operasional dalam pelayaran maut tersebut.

Tim penyidik kini tengah mendalami penyebab keretakan lambung dan laporan terkait dugaan ledakan sebelum kapal terbalik. Berdasarkan kesaksian penumpang, kapten kapal diduga nekat melanjutkan perjalanan meski telah menerima peringatan mengenai adanya kebocoran.

Investigasi juga menyoroti kelaikan perangkat keselamatan kapal serta lambannya instruksi evakuasi darurat. Pihak berwenang berjanji akan mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi para korban.

"Kami akan menyelidiki insiden ini secara menyeluruh dan mengungkap sekecil apa pun kelalaian yang terjadi," tutur Perdana Menteri Siprus Utara, Unal Ustel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article