USS Abraham Lincoln melakukan blokade di Laut Arab (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)
USS Abraham Lincoln telah memulai pelayaran pulang menuju pangkalan asalnya di San Diego, AS. Perjalanan pulang kapal perang yang membawa sekitar 5 ribu personel tersebut diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu bulan.
Kapal induk ini mencatatkan rekor operasional terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS dengan berada di laut selama lebih dari 260 hari tanpa singgah di pelabuhan. Selama operasi militer terhadap Iran, armada ini telah menjalankan 10 ribu misi penerbangan pesawat tempur dan melepaskan 1,5 juta pon amunisi.
"Sejarah akan mencatat penugasan ini sebagai salah satu yang paling intens dan berdampak pada era modern," ujar Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, dilansir The New Arab.
Lamanya masa penugasan telah memicu keluhan dari awak kapal mengenai kondisi di dalam kapal. Keluarga para awak mengaku menerima keluhan krisis pasokan makanan, minimnya air bersih, toilet rusak, hingga tertahannya paket kiriman selama berbulan-bulan. Isolasi juga berdampak buruk pada kondisi psikologis para prajurit hingga muncul laporan adanya awak yang berupaya melompat ke laut.
"Mereka memperlakukan prajurit seperti pion di papan catur dan bukan manusia," tutur istri salah satu awak kapal USS Abraham Lincoln, dilansir The Guardian.