Iran Ancam Balasan Setara jika AS Gunakan Senjata Nuklir

- Iran memperingatkan negara Teluk bahwa fasilitas bagi militer AS akan dianggap sebagai keterlibatan langsung, karena pergerakan pasukan Washington disebut berada dalam pantauan Teheran.
- Anggota parlemen Iran Fada Hossein Maleki menyatakan Teheran siap membalas setara, atau melampaui serangan AS, termasuk bila senjata nuklir digunakan, dengan mengandalkan strategi ofensif dan alutsista rahasia.
- Iran menolak melanjutkan perundingan sebelum AS memenuhi komitmen nota kesepahaman Juni yang dimediasi Pakistan, termasuk isu Selat Hormuz, serta menolak keterlibatan AS dalam dialog bilateral dengan Oman.
Jakarta, IDN Times – Iran menyampaikan dua peringatan keras di tengah meningkatnya tensi konflik kawasan pada Rabu (19/8/2026). Kepala Staf Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi memperingatkan negara-negara Teluk yang membantu militer Amerika Serikat (AS), sementara anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Fada Hossein Maleki menegaskan Teheran siap memberikan balasan setara jika diserang menggunakan senjata nuklir.
Dalam unggahan di media sosial X, Abdollahi menyoroti keterlibatan negara-negara di pantai selatan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Washington, dilansir TRT World. Menurutnya, keberadaan pesawat militer AS, termasuk armada pengisian bahan bakar udara, tak mungkin berlangsung tanpa persetujuan negara tuan rumah. Ia mengingatkan bahwa tak ada pergerakan yang luput dari pantauan Teheran, sehingga setiap fasilitasi terhadap pasukan AS akan dipandang sebagai bentuk keterlibatan dalam konfrontasi langsung.
1. Iran siapkan balasan setara untuk serangan AS

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art) Dalam wawancara dengan media lokal Khabar Online mengenai isu kemungkinan serangan nuklir AS, Maleki menilai Presiden AS Donald Trump bisa saja mengambil keputusan gegabah. Meski begitu, ia meragukan Trump berani menanggung risiko besar yang berpotensi menyeret dunia ke dalam perang terbuka.
Maleki menyebut Republik Islam Iran bakal memberikan respons yang sepadan dengan jenis persenjataan yang digunakan musuh. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Teheran mengalihkan opsi ke senjata nuklir, ia tak mengungkapkan secara terbuka apakah Iran memiliki hulu ledak tersebut.
“Apa pun yang digunakan AS, Iran akan meresponsnya,” tegas Maleki, dikutip Anadolu Agency. Ia juga menekankan bahwa Teheran kini menerapkan strategi pencegahan aktif dan ofensif dengan mengandalkan sejumlah alutsista rahasia yang belum pernah diungkap ke publik.
2. Iran tolak perundingan sebelum AS penuhi komitmen

Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt) Memasuki ranah diplomasi, Maleki menuduh Trump melanggar kesepakatan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada pertengahan Juni lalu melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan yang awalnya ditujukan untuk mengakhiri perang dan membuka jalur perundingan final tersebut kini mandek akibat perselisihan pelaksanaan poin-poin kunci, termasuk persoalan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.
Maleki menyatakan Teheran tak akan kembali ke meja perundingan sebelum Washington menjalankan komitmen sebelumnya. Selain itu, ia menegaskan komunikasi diplomatik Iran dengan Oman merupakan jalur bilateral terpisah, di mana Teheran menolak keras segala bentuk keterlibatan pihak AS dalam dialog tersebut.
3. Opsi militer Iran bisa melampaui perkiraan

ilustrasi peluncuran rudal (pexels.com/SpaceX) Maleki memperingatkan Washington agar tidak mengambil langkah militer lebih jauh karena Iran menyimpan berbagai opsi balasan. Ia menegaskan bahwa setiap aksi agresif AS akan memicu respons pada tingkat yang seimbang atau bahkan melampaui skala serangan awal.
Pergeseran doktrin militer Teheran menuju sikap ofensif menjadi landasan utama dari peringatan ini. Kesiapan alutsista yang masih dirahasiakan diklaim menjadi penentu posisi tawar Iran dalam menghadapi tekanan militer luar negeri.



















