Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kena Proyektil di Dekat Laut Yaman, Kapal Kargo India Tenggelam
potret kapal tenggelam (pexels.com/Necip Duman)
  • Kapal kargo India MSV Faize Noore Oliya tenggelam setelah terkena proyektil di dekat Laut Yaman pada 4 Agustus 2026; seluruh 14 awak berhasil dievakuasi penjaga pantai Yaman.
  • India mengecam serangan tersebut sebagai tindakan tanpa provokasi dan pelanggaran hukum internasional, sementara Kedutaan India di Riyadh berkoordinasi dengan Pemerintah Yaman untuk mencegah kejadian serupa.
  • Ancaman Houthi di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb telah mengganggu pelayaran; Arab Saudi membentuk aliansi 14 negara untuk mengawasi dan melindungi jalur tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kapal kargo asal India bernama MSV Faize Noore Oliya dilaporkan tenggelam usai terkena serangan proyektil di dekat Laut Yaman. Menurut Menteri Pelabuhan, Pelayaran, dan Perairan India, Sarbananda Sonowal, serangan itu terjadi pada Selasa (4/8/2026). Peristiwa tersebut membuat kapal terbalik hingga akhirnya tenggelam. 

Sonowal menambahkan, kapal tersebut terdiri dari 14 orang awak. Dari jumlah tersebut, 13 orang di antaranya merupakan warga negara India. Namun, tidak dijelaskan dari negara mana satu awak kapal lainnya berasal. Mereka semua dinyatakan selamat dari serangan dan sudah dievakuasi oleh pasukan penjaga pantai Pemerintah Yaman.  

1. India mengecam serangan proyektik terhadap kapalnya

potret Menteri Pelabuhan, Pelayaran, dan Perairan India, Sarbananda Sonowal (commons.wikimedia.org/Dalton House of Illusions)

Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Sonowal mengecam keras serangan proyektil terhadap kapal India di dekat Laut Yaman. Kementerian Urusan Eksternal India mengatakan, Kedutaan Besar India di Riyadh, Arab Saudi, saat ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Yaman agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“India mengutuk keras serangan tanpa provokasi ini terhadap kapal layar mekanis yang tidak berdaya tersebut. Keselamatan rakyat kami adalah prioritas utama kami dan saya lega menginformasikan bahwa semua 14 pelaut, termasuk 13 warga India, telah diselamatkan dengan oleh pasukan penjaga pantai Yaman dan dibawa ke Pelabuhan Mokha. Saya telah menginstruksikan Direktur Jenderal Administrasi Maritim (DGMA) untuk segera mengambil langkah-langkah dalam koordinasi dengan semua instansi untuk memastikan keamanan mutlak pelaut India di wilayah tersebut dan memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada awak kapal yang diselamatkan,” ujar Sonowal.

2. India menyebut serangan terhadap kapalnya melanggar hukum internasional

ilustrasi hukum internansional (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kementerian Urusan Eksternal India menambahkan, serangan terhadap kapalnya di dekat Laut Yaman telah melanggar hukum internasional. Sebab, setiap kapal punya hak untuk berlayar di laut dengan aman tanpa ancaman serangan dari pihak mana pun. 

Selain itu, kementerian tersebut juga mengatakan serangan ini bisa meningkatkan kekhawatiran global akan keamanan pelayaran di perairan Timur Tengah. Terlebih, belakangan ini, milisi Yaman, Houthi, juga kerap mengganggu lalu lintas kapal di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb menurun akibat ancaman serangan dari Houthi. Beberapa waktu lalu, enam kapal dari Arab Saudi dilaporkan berputar arah untuk menghindari transit di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb karena takut diserang Houthi.

3. Arab Saudi bentuk aliansi untuk amankan Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb

potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)

Houthi sendiri mulai mengganggu pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb pada 20 Juli lalu. Ketika itu, milisi tersebut melakukan blokade maritim terhadap semua kapal Arab Saudi yang ingin melintas di sana. Ketegangan pun semakin meningkat saat Houthi menyerang kapal Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb karena melanggar blokade.

Imbas serangan ini, Arab Saudi membentuk aliansi khusus untuk melakukan pengawasan dan perlindungan di Selat Bab el-Mandeb. Aliansi itu terdiri dari 14 negara, yakni Arab Saudi, Turki, Kuwait, Bahrain, Qatar, Nigeria, Yordania, Mesir, Pakistan, Djibouti, Somalia, Bangladesh, Yaman, dan Komoro.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article