Serangan Rudal Houthi Hantam Kamp Militer Yaman, Puluhan Tentara Tewas

- Houthi melancarkan serangan terkoordinasi rudal balistik dan drone ke sejumlah kamp pemerintah Yaman di Marib dan Hadramawt pada 6 Agustus 2026.
- Korban tewas dilaporkan bervariasi: laporan medis menyebut 38 hingga 58 prajurit, sementara Komando Operasi Bersama Yaman mencatat 18 personel tewas dan puluhan terluka.
- Houthi menyebut serangan sebagai respons penumpukan kekuatan pro-Arab Saudi, sedangkan Kementerian Pertahanan Yaman berjanji merespons di tengah ancaman terhadap stabilitas pascagencatan senjata 2022.
Jakarta, IDN Times - Kelompok pemberontak Houthi di Yaman melancarkan serangan udara menggunakan rudal balistik dan drone yang menghantam beberapa kamp militer milik pasukan pemerintah pada Kamis (6/8/2026). Serangan terkoordinasi ini menyasar sejumlah pangkalan di Yaman bagian tengah dan timur, menjadikannya salah satu eskalasi paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir.
Terdapat perbedaan laporan mengenai jumlah korban tewas dalam insiden ini. Laporan medis awal menyebutkan sedikitnya 38 prajurit tewas, yang kemudian dilaporkan melonjak hingga 58 korban jiwa. Namun, pernyataan resmi dari Komando Operasi Bersama militer Yaman merilis jumlah korban tewas yang lebih rendah, yakni 18 personel militer (termasuk satu perwira). Sementara itu, puluhan prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
1. Hantaman Rudal saat Apel pagi di Marib

Salah satu serangan paling mematikan terjadi di kamp militer Al-Ruwaik di Provinsi Marib, Yaman tengah. Sebuah rudal balistik dilaporkan menghantam barisan prajurit yang tengah melaksanakan apel pagi, menyebabkan sedikitnya 45 personel tewas dan terluka di lokasi tersebut. Posisi prajurit yang rapat di lapangan terbuka membuat evakuasi medis segera dikerahkan untuk menangani korban luka bakar serius akibat ledakan proyektil.
2. Serangan di Hadramawt dekat perbatasan Arab Saudi

Selain di Marib, serangan juga menargetkan kamp militer di wilayah Al-Abr dan Al-Wadiah di Provinsi Hadramawt, yang terletak dekat dengan perbatasan sekutu utama pemerintah, Arab Saudi. Serangan simultan ini diduga menggunakan kombinasi drone peledak dan rudal balistik. Di saat yang hampir bersamaan, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan serangan Houthi ke wilayah Najran, Arab Saudi selatan, yang melukai 11 warga sipil.
3. Pernyataan kedua belah pihak

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa serangan skala besar ini merupakan respons terhadap penumpukan kekuatan militer yang didukung oleh Arab Saudi. Saree menegaskan bahwa pasukannya siap menghadapi segala bentuk eskalasi militer dari pihak lawan.
Kementerian Pertahanan Yaman mengutuk keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa angkatan bersenjata mereka akan merespons tindakan ini pada waktu dan tempat yang tepat. Eskalasi terbaru ini mengancam stabilitas keamanan yang relatif terjaga sejak gencatan senjata tahun 2022.





















