Jakarta, IDN Times – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang barat daya, bertambah menjadi 30 orang pada Kamis (30/7/2026). Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban selamat di sejumlah lokasi terdampak.
Dilaporkan oleh BBC, ribuan personel telah dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Salah satu fokus utama berada di pusat perbelanjaan Aeon di Kota Kashima, yang mengalami kerusakan paling parah setelah sebagian lantai duanya runtuh akibat gempa.
Tim penyelamat juga terus menyisir pabrik Nippon Paper di Kota Yatsushiro. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas setelah sebagian bangunan pabrik ambruk akibat gempa. Perusahaan menyatakan sebanyak 11 pekerja sempat terjebak di dalam bangunan. Hingga Rabu, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Gempa yang terjadi pada Selasa lalu telah menyebabkan kerusakan luas, mulai dari rumah-rumah yang roboh, jembatan rusak, kebakaran, hingga memutus pasokan listrik dan air bersih bagi puluhan ribu warga. Lebih dari 100 gempa susulan telah tercatat sejak guncangan utama terjadi. Banyak warga memilih bermalam di dalam mobil karena khawatir akan gempa susulan.
