Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kremlin Protes Klaim Jepang terkait Kepulauan Kuril
Presiden Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam perayaan Hari Angkatan Laut Rusia, pada 26 Juli 2020. twitter.com/PatilSushmit

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak keras pernyataan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang mencap Kepulauan Kuril sebagai teritorial Jepang. Penolakan itu disampaikan Kremlin, Selasa (12/10) setelah Kishida mengklaim kepulauan sengketa itu merupakan "Wilayah Utara" Jepang meskipun saat ini dikuasai Rusia.

Dikutip dari Reuters, Dmitry Peskov menegaskan bahwa Kepulauan Kuril adalah wilayah yang tidak terpisahkan dari Rusia dan mereka siap menyelesaikan permasalahan sengketa secara damai dengan pemerintah Jepang. 

"Ini adalah wilayah Rusia (Kepulauan Kuril), dan Rusia sudah berkali-kali menegaskan di segala level politik untuk melanjutkan dialog bersama Jepang guna menemukan solusi dari isu sensitif tersebut," ujar Peskov.

1. Salah satu daerah Rusia paling termiliterisasi

Dua sistem pertahanan udara terbaik di dunia S-400 dan S-300 buatan Rusia dalam posisi siap tempur di sebuah latihan militer. twitter.com/mod_russia

Sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer terkuat di dunia, Rusia diketahui telah memiliterisasi banyak wilayahnya. Sebagian besar daerah yang termiliterisasi adalah wilayah sengketa, seperti Pulau Krimea dan Kepulauan Kuril.

Melansir Al Jazeera, Kepulauan Kuril termasuk dalam jajaran kawasan di Rusia yang sangat termiliterisasi sebagaimana militer Rusia telah mengirim banyak alutsista. Sistem pertahanan udara S-300V2, kapal selam Kelas Kilo, helikopter anti kapal selam, dan jet tempur Su-27 terlihat memadati Kepulauan Kuril sejak beberapa tahun silam.

Pemerintah Rusia bahkan berencana memperkuat pertahanannya di Kepulauan Kuril dengan mengirim sistem pertahanan udara terbaiknya, yakni S-400 Triumf. Namun, sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi karena mengantisipasi respon agresif Jepang dan Amerika. 

2. Strategis dan kaya akan sumber daya alam

Ilustrasi peta yang menunjukkan Kepulauan Kuril. twitter.com/wearehpr

Keinginan Jepang dan Rusia menguasai Kepulauan Kuril tentu bukan tanpa alasan belaka. Terletak di antara Pulau Hokaido (Jepang) dan Semenanjung Kamchatka (Rusia), Kepulauan Kuril dianugrahi banyak kekayaan mineral dan beberapa bahan tambang penting untuk keperluan militer maupun non militer, seperti yang dilansir dari Al Jazeera.

Salah satu tambang yang paling berharga di sana adalah besi langka dikenal sebagai rhenium. Bahan tambang itu diketahui sangat berguna dalam memproduksi komponen-komponen pada pesawat supersonik.

3. Konflik panjang yang menghalangi perdamaian formal antara Rusia dan Jepang

Walaupun Kepulauan Kuril hanya dipadati sekitar 20.000 penduduk, namun kepulauan ini bertanggung jawab atas rumitnya hubungan Rusia-Jepang pasca Perang Dunia ke-2.

Dilaporkan Reuters, diduduki secara paksa oleh militer Uni Soviet pada 1945, Jepang yang saat itu kalah dan hancur akibat perang membiarkan Soviet menduduki empat pulaunya di utara Hokaido.

Setelah Jepang mulai bangkit dan menjalin kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat, Tokyo terus mendesak Uni Soviet/Rusia hengkang dari kepulauannya hingga membuat mereka enggan secara resmi mengakhiri permusuhannya sejak Perang Dunia ke-2 yang sudah berumur 70 tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article