Kunjungi Prancis, Paus Leo XIV Pimpin Misa Bersama 700 Ribu Umat

- Paus Leo XIV memimpin misa terbuka di Place de la Concorde, Paris, yang dihadiri sekitar 700 ribu umat dalam agenda kunjungan empat harinya ke Prancis.
- Dalam khotbahnya, Paus mengajak umat Katolik menghayati dan membagikan iman kepada sekitar; jumlah baptisan dewasa di Prancis tahun ini mencapai sekitar 13 ribu.
- Paus menyapa warga sepanjang Champs-Élysées, sementara polisi menutup sejumlah jalan; pemilihan lokasi misa bersejarah memicu perhatian terkait prinsip sekularisme Prancis.
Jakarta, IDN Times - Paus Leo XIV memimpin misa terbuka di pusat kota Paris, Prancis, pada Sabtu (26/9/2026). Perayaan tersebut dihadiri sekitar 700 ribu umat, melebihi jumlah pendaftar awal yang mencapai 600 ribu orang.
Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian agenda Paus Leo XIV selama empat hari di Prancis. Misa digelar di tengah meningkatnya perhatian terhadap kehidupan keagamaan di negara yang menerapkan prinsip sekularisme tersebut.
1. Ratusan ribu umat padati jalanan sambut Paus Leo XIV
Paus Leo XIV menyusuri kawasan Champs-Élysées sejauh sekitar dua kilometer menggunakan mobil kepausan untuk menyapa warga. Vatikan memperkirakan jumlah umat yang hadir secara langsung mencapai 700 ribu orang.
Polisi menutup akses kendaraan di sejumlah ruas jalan di pusat kota untuk mengamankan rangkaian acara. Masyarakat tetap memadati kawasan tersebut dan menyambut Paus Leo XIV sepanjang perjalanan.
2. Paus Leo XIV serukan keteguhan iman kepada umat
Dalam khotbahnya, Paus Leo XIV mengajak umat Katolik tidak membatasi penghayatan iman pada kehidupan pribadi. Ia juga mendorong umat untuk membagikan keyakinan dan nilai yang mereka pegang kepada orang-orang di sekitarnya.
"Jangan menyimpan iman ini hanya untuk diri Anda sendiri, tetapi biarkanlah meluap agar orang-orang yang Anda jumpai dapat ikut merasakan kesegarannya," ujar Paus Leo XIV, dilansir CTV News.
Data keagamaan menunjukkan jumlah baptisan orang dewasa di Prancis meningkat sejak 2016. Tahun ini, jumlahnya disebut mencapai sekitar 13 ribu orang, atau sekitar tiga kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya.
3. Pemilihan lokasi misa di pusat Paris punya makna historis
Misa digelar di Place de la Concorde, salah satu kawasan bersejarah di pusat Paris yang pernah menjadi lokasi eksekusi pada masa Revolusi Prancis. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki ruang terbuka yang dinilai mampu menampung jumlah peserta dalam skala besar.
Pemilihan ruang publik tersebut turut mendapat perhatian dari kelompok yang menekankan prinsip sekularisme dan pemisahan urusan agama dari negara. Sebelumnya, sejumlah pihak mengusulkan kompleks Les Invalides sebagai lokasi alternatif.
"Pesan Paus Leo melampaui batas umat Katolik saja, karena beliau turut menyuarakan nilai keadilan sosial sebagai contoh nyata," kata peserta misa, Leontine Joseph.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















