Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bendung Katulampa Meluap, Warga Rawajati Jaksel Khawatir Banjir Susulan

20260130_112148.heic
Banjir kepung Kelurahan Rawajati di Pancoran, Jakarta Selatan. (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya sih...
  • Banjir di Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan mulai surut pada Jumat (30/1/2026) siang.
  • Warga masih khawatir terhadap banjir susulan karena Bendung Katulampa di Bogor meluap sejak tadi malam.
  • Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan banjir paling signifikan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Banjir di Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan mulai surut pada Jumat (30/1/2026) siang. Namun, warga masih belum bisa hidup tenang karena khawatir masih ada banjir susulan, usai rumah-rumahnya terendam hingga 1,8 meter, sesuai dengan laporan BPBD DKI Jakarta.

Nanik (50), salah seorang warga di RT 3/ RW 3 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, masih waswas terhadap banjir susulan karena Bendung Katulampa di Bogor meluap sejak tadi malam. Kekhawatiran itu semakin besar karena dia memiliki dua anak yang masih balita.

"Ya khawatir, Pak, punya anak kecil dua. Masih kecil-kecil, yang satu baru delapan bulan, yang kecil. Yang gede juga masih balita," ujar Nanik saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (30/1/2026).

Nanik mengatakan, bila Bendung Katulampa di Bogor mulai meluap, banjir susulan kemungkinan terjadi dalam hitungan 12 jam. Dia bersama warga lainnya pun masih diliputi kekhawatiran.

Sebagian warga saat ini memilih mengungsi di musala dekat kompleks perumahan Kelurahan Rawajati. Sebagian warga masih membersihkan rumahnya dari sisa lumpur banjir yang mengepung rumahnya sejak semalam.

“l"Ini sudah dilepas, cuma kan sekitar 12 jam dari Bogor ke sini. Jadi masih takut kalau naik lagi," kata dia.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan banjir yang melanda Jakarta paling signifikan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung yang dipicu curah hujan tinggi sejak Rabu (28/1/2026).

Isnawa mengatakan, hingga Jumat (30/1/2026) pukul 08.00 WIB, di Jakarta Selatan tercatat delapan RT masih tergenang, masing-masing berada di Kelurahan Pejaten Timur, Rawajati, dan Tanjung Barat.

"Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 150 hingga 350 sentimeter," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More

Kemenhaj Pulangkan 13 Petugas Haji 2026, Sakit hingga Tak Disiplin

30 Jan 2026, 14:21 WIBNews