Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Maskapai Belanda KLM Tangguhkan Penerbangan ke Israel

Ilustrasi maskapai penerbangan asal Belanda, KLM. (pexels.com/Martijn Stoof)
Ilustrasi maskapai penerbangan asal Belanda, KLM. (pexels.com/Martijn Stoof)
Intinya sih...
  • Ada pengalihan rute penerbangan dari KLM
  • Beberapa maskapai dunia mengubah rute atau membatalkan penerbangan di atas Iran, Irak, dan Israel karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • Konflik Iran vs AS-Israel telah memicu ketegangan di Timur Tengah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Maskapai penerbangan asal Belanda, KLM, mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan penerbangan ke ibu kota Israel, Tel Aviv, untuk saat ini. Situasi keamanan di Timur Tengah dan kekhawatiran tentang kelayakan operasional menjadi alasan penangguhan tersebut.

"Kami terus memantau situasi dengan cermat. Segera setelah aman dan bertanggung jawab untuk melakukannya, kami bertujuan untuk kembali menawarkan koneksi yang andal kepada pelanggan kami secepat mungkin," kata KLM dalam sebuah pernyataan di laman resminya, pada Rabu (28/1/2026).

KLM juga menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama.

1. Pengalihan rute penerbangan

Meskipun layanan ke Tel Aviv ditangguhkan, KLM telah mengoperasikan penerbangan regional lainnya, dengan rute ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dan kota Dammam. Sementara, penerbangan ke Dubai, Uni Emirat Arab, diperkirakan akan dilanjutkan pada 30 Januari 2026.

Perubahan haluan ini terjadi hanya 24 jam setelah maskapai tersebut mengumumkan akan memulai kembali layanan dengan singgah teknis di Siprus, guna menghindari persinggahan awak kabin di Israel.

Langkah maskapai tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ini termasuk kekhawatiran tentang kemungkinan eskalasi yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan aktor regional lainnya.

2. Gangguan maskapai yang lebih luas di kawasan Timur Tengah

Ilustrasi peta kawasan Timur Tengah. (unsplash.com/mana5280)
Ilustrasi peta kawasan Timur Tengah. (unsplash.com/mana5280)

Beberapa maskapai penerbangan di seluruh dunia telah menyesuaikan rute, guna menghindari wilayah udara di atas Iran, Irak, dan Israel. Dalam beberapa kasus maskapai juga membatalkan atau mengubah rute penerbangan untuk mengurangi risiko.

Regulator penerbangan dan pemerintah telah mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan tentang risiko wilayah udara di kawasan Timur Tengah. Langkah ini menyusul pengerahan militer dan meningkatnya ancaman konflik.

Selain KLM, berikut adalah maskapai yang mengubah jadwal penerbangan mereka ke Timur Tengah, yaitu Air France, Lufthansa Group, British Airways, dan Turkish Airlines, dikutip dari The Straits Times.

3. Konflik Iran vs AS-Israel telah memicu ketegangan di Timur Tengah

Bendera Iran. (Unsplash.com/sina drakhshani)
Bendera Iran. (Unsplash.com/sina drakhshani)

Dilansir Anadolu Agency, tekanan AS dan Israel terhadap Teheran semakin intensif sejak protes nasional Iran meletus pada akhir Desember 2025 karena memburuknya kondisi ekonomi dan kehidupan. Penyataan dari pejabat AS dan Israel juga menunjukkan ambisi untuk melihat jatuhnya sistem politik Iran, yang telah berkuasa sejak 1979.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington telah mengerahkan aset angkatan laut ke Timur Tengah. Tindakan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Trump mungkin akan menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang Iran atas tindakan keras pemerintah terhadap para demonstran.

Pada Juni 2025, beberapa maskapai penerbangan Eropa dan Amerika juga menghentikan operasi ke negara-negara Teluk. Ini sebelum Teheran menembakkan rudal ke pangkalan AS di Qatar, sebagai respons atas tindakan Washington yang menyerang tiga fasilitas pengayaan uranium Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan. Akibat insiden tersebut, Qatar dan negara-negara sekitarnya terpaksa menutup wilayah udara mereka dan berdampak pada kekacauan bagi maskapai penerbangan internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Tembok Runtuh Akibat Hujan Deras di Bogor, Seorang Lansia Tewas

30 Jan 2026, 10:10 WIBNews