Dalam pernyataannya, Saree menjelaskan, serangan Arab Saudi menyasar sejumlah fasilitas publik di enam provinsi yang ada di Yaman, yakni Provinsi Sana'a, Saada, Taiz, Hajjah, Amran, dan Al Bayda. Serangan tersebut dilakukan menggunakan sejumlah jet tempur dan banyak rudal.
Lawan Houthi, Arab Saudi Luncurkan 94 Serangan ke Yaman

- Menurut Juru Bicara Houthi Yahya Saree, Arab Saudi melancarkan 94 serangan di enam provinsi Yaman dalam 24 jam, menewaskan dan melukai korban serta merusak fasilitas publik.
- Houthi membalas dengan tiga rudal balistik yang menargetkan Khamis Mushait, tetapi militer Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat seluruh rudal sebelum mencapai sasaran.
- Arab Saudi disebut menyiapkan operasi besar di Laut Merah, sementara Houthi mengancam menyerang seluruh jembatan di Arab Saudi jika serangan berlanjut.
Jakarta, IDN Times - Angkatan bersenjata Arab Saudi dikabarkan telah meluncurkan 94 serangan ke Yaman untuk melawan Houthi selama 24 jam dari Kamis (1/10/2026) sampai Jumat (2/10/2026). Kabar tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, kepada Ynet pada Jumat.
1. Serangan Arab Saudi menimbulkan korban tewas dan korban luka

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner) Saree menambahkan, serangan terbaru Arab Saudi ke Yaman telah menimbulkan korban tewas dan korban luka. Namun, Saree tidak merinci berapa jumlah pasti dari korban tewas dan korban luka tersebut. Ia juga menyebut serangan Arab Saudi telah merusak fasilitas publik yang ada di Provinsi Sana'a, Saada, Taiz, Hajjah, Amran, dan Al Bayda.
Menurut Saree, Arab Saudi sejauh ini sudah meluncurkan 1.350 serangan ke Yaman untuk membasmi pasukan Houthi. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari semua serangan yang dilakukan Riyadh sejak mulai berperang dengan Houthi pada Juli lalu. Namun, Saree menyayangkan serangan dari Arab Saudi tidak hanya berdampak kepada pasukannya saja, tetapi juga kepada warga sipil di Yaman.
2. Houthi membalas serangan bertubi-tubi Arab Saudi

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops) Houthi sendiri sudah melakukan serangan balasan ke Arab Saudi menggunakan tiga rudal balistik pada Jumat. Militer Arab Saudi mengatakan, serangan Houthi menyasar Kota Khamis Mushait. Namun, Riyadh mengatakan pasukan militernya berhasil mencegat tiga rudal balistik yang ditembakkan Houthi sebelum mengenai target.
Saat ini, Arab Saudi dikabarkan sedang menyiapkan serangan besar untuk membasmi pasukan Houthi di Laut Merah. Sebab, Riyadh ingin membebaskan Laut Merah dari ancaman Houthi. Langkah ini diperlukan agar lalu lintas kapal komersial di perairan tersebut kembali normal. Menurut sejumlah sumber, serangan tersebut akan dilakukan dalam beberapa pekan lagi.
3. Houthi mengancam akan menyerang seluruh jembatan di Arab Saudi

potret sebuah jembatan di Kota Riyadh, Arab Saudi (pexels.com/Fahad Puthawala) Di sisi lain, Houthi mengancam akan menyerang seluruh jembatan yang ada di Arab Saudi jika mereka kembali diserang. Jika itu terjadi, konflik antara Arab Saudi dan Houthi akan semakin memanas sehingga upaya perdamaian akan terhambat.
Hingga saat ini, tensi antara Arab Saudi dan Houthi masih tinggi. Sebab, baik Arab Saudi maupun Houthi masih saling bertukar serangan. Perang antara Houthi dan Arab Saudi sendiri sebetulnya sudah mereda sejak April 2022. Namun, bentrokan kembali dimulai pada Juli lalu usai Houthi menyerang kapal tanker minyak Riyadh yang ketika itu sedang berlayar di Laut Merah. Sebab, kapal tersebut melanggar blokade yang diberlakukan Houthi.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















