Staf Departemen Energi AS Ditangkap atas Tuduhan Upaya Membantu Houthi

- Staf DOE AS Ashton Hamed Ellaboudy ditangkap di Washington atas tuduhan mencoba memberi dukungan material kepada Houthi; jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
- Penyelidikan FBI menemukan Ellaboudy diduga membeli bahan prekursor peledak dan komponen drone, lalu bepergian ke Yaman pada 2025 menggunakan paspor dinas tanpa izin perjalanan resmi DOE.
- Ellaboudy diduga memberi bantuan teknis untuk sistem komunikasi Houthi, termasuk generator surya dan diagram integrasi; DOE menegaskan tidak ada ancaman terhadap Situs Hanford atau pekerjanya.
Jakarta, IDN Times - Ashton Hamed Ellaboudy (51), staf Departemen Energi Amerika Serikat (DOE), ditangkap di Washington pada Kamis (1/10/2026) dan didakwa berupaya memberikan dukungan material atau sumber daya kepada Houthi, yang ditetapkan AS sebagai organisasi teroris asing.
Ellaboudy, warga Richland, Washington, dijadwalkan menjalani sidang perdana di hadapan hakim federal pada Jumat (2/10) pukul 11.00 waktu setempat di Richland. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara.
1. Ellaboudy diduga bepergian ke Yaman

potret Kota Sana'a, Yaman (commons.wikimedia.org/المصور أنس الحاج) Menurut catatan pengadilan, Ellaboudy menjadi perhatian Biro Investigasi Federal AS (FBI) setelah mereka menerima informasi bahwa ia membeli bahan kimia prekursor, komponen, dan material lain yang umum digunakan untuk membuat alat peledak rakitan. Penyelidikan juga menemukan bahwa ia membeli komponen untuk membuat drone dan sistem udara yang dikendalikan dari jarak jauh.
Pengaduan menyebut FBI mengetahui pada Desember 2024 bahwa Ellaboudy mengambil cuti sakit dengan alasan terpapar asam nitrat berkonsentrasi tinggi, bahan kimia yang umum digunakan dalam pembuatan bahan peledak.
Pada September 2025, Ellaboudy menggunakan paspor dinas yang sebelumnya diterbitkan ketika ia bekerja di Korps Zeni Angkatan Darat AS (USACE) untuk bepergian dari Richland ke Oman. Setibanya di Oman, ia menggunakan paspor yang sama untuk melintasi perbatasan menuju Yaman dengan tujuan ke Sana’a, ibu kota yang berada di bawah kendali Houthi.
Setelah kembali ke AS, Ellaboudy mengatakan kepada petugas Perlindungan Pabean dan Perbatasan AS (CBP) bahwa ia bepergian ke luar negeri untuk urusan resmi pemerintah. Namun, informasi dari atasannya di DOE menunjukkan bahwa ia tidak memiliki perjalanan dinas resmi ke wilayah tersebut.
2. Ellaboudy diduga membantu Houthi mengembangkan komunikasi

ilustrasi bendera Houthi (commons.wikimedia.org/hstoops) Selama penyelidikan, Ellaboudy mulai berkomunikasi dengan sumber rahasia FBI yang mengaku bekerja untuk seorang "Kolonel" Houthi untuk memperoleh peralatan komunikasi yang akan dikirim ke Yaman untuk digunakan di pusat komunikasi bergerak.
Berdasarkan latar belakangnya di bidang teknik elektro, Ellaboudy memberikan saran dan bantuan teknis dengan membantu sumber tersebut menguji serta memodifikasi generator tenaga surya dan peralatan komunikasi. Ia juga memberikan panduan mengenai integrasi sistem tenaga dan komunikasi, serta menyediakan skema dan diagram untuk pemasangan sistem tersebut.
Ellaboudy juga melakukan riset dan memberikan panduan mengenai peralatan lain yang dapat diperoleh untuk meningkatkan peralatan komunikasi Houthi.
3. DOE sebut Hanford tidak terancam

potret papan selamat datang di Situs Hanford (commons.wikimedia.org/Tobin) Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional John A. Eisenberg mengatakan Ellaboudy diduga menggunakan keahlian khususnya dalam upaya membantu Houthi. Ia juga mengatakan Ellaboudy memperoleh material untuk pembuatan bahan peledak dan drone yang mampu membawa bahan tersebut.
Sementara itu, Manajer Kantor Lapangan DOE Hanford Ray Geimer mengatakan kasus tersebut tidak melibatkan upaya untuk membahayakan Situs Hanford atau para pekerjanya.
"Tidak pernah ada ancaman terhadap keselamatan atau keamanan lokasi," tutur Geimer.
Kasus tersebut diselidiki oleh Satuan Tugas Terorisme Gabungan FBI Wilayah Inland Northwest.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















