Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mau Akhiri Perang, AS Kirim Delegasi ke Rusia dan Ukraina
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)
  • Presiden AS Donald Trump mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Rusia serta Ukraina membawa proposal perdamaian, tetapi rincian rencana penghentian perang belum diungkap.
  • Kunjungan ke Kiev menjadi yang pertama bagi Witkoff dan Kushner. Zelenskyy meminta Rusia menghentikan serangan selama kunjungan, sementara Ukraina berjanji tidak menyerang wilayah Rusia.
  • Zelenskyy mengecam serangan Rusia terhadap kantor pusat Badan Keamanan Ukraina di Kiev yang melukai sedikitnya tujuh orang, serta menuntut respons yang nyata dan pantas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan pengiriman delegasi ke Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang pada Jumat (4/9/2026). Delegasi AS tersebut akan diwakilkan oleh  Steve Witkoff dan Jared Kushner. 

“Witkoff dan Kushner akan membawa proposal untuk mengakhiri perang. Keduanya sudah ditunjuk sebagai perwakilan AS untuk memimpin upaya perdamaian di Timur Tengah dan Ukraina,” tuturnya, dikutip dari Deutsche Welle.

Namun, Trump tidak mengungkapkan detail rencana keduanya saat berada di Moskow dan Kiev. Termasuk soal penyerahan teritori Ukraina kepada Rusia untuk mengakhiri perang yang berlangsung 4,5 tahun. 

1. Kunjungan pertama Kushner dan Witkoff di Ukraina

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck)

Penugasan menantu Trump, Kushner dan Steve Witkoff ke Ukraina ini menjadi yang pertama kalinya. Keduanya diketahui belum pernah berkunjung ke Kiev meski sudah terlibat dalam perundingan perdamaian di Gaza dan Iran. 

Dilansir CNN, sebelumnya, keduanya sudah mengadakan kunjungan ke Moskow. Meskipun demikian, hasil dari negosiasi dari Kushner dan Witkoff masih belum nampak dalam mendamaikan perang di Iran. 

2. Zelenskyy desak Rusia tidak menyerang Ukraina saat kunjungan delegasi AS

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President.gov.ua, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Mendengar pernyataan Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak Rusia tidak meluncurkan serangan ke Ukraina saat kunjungan Kushner dan Witkoff. Ia memastikan bahwa Ukraina tidak akan mengadakan serangan udara ke Rusia. 

“Kami tidak akan menyerang teritori Rusia untuk memastikan fungsi wilayah udara Rusia sehingga negosiator akan sampai dengan aman. Kami mengupayakan mereka, bukan Rusia. Tidak ada serangan dari sisi kami, dan Rusia harus melakukan hal yang sama,” ungkapnya, dikutip dari TVP World.

Presiden Ukraina keenam itu mengatakan ia akan berbicara hal konstruktif dengan Witkoff dan Kushner. Zelenskyy mengharapkan negosiasi serius dengan delegasi AS untuk mengakhiri perang di negaranya. 

3. Zelenskyy kecam serangan Rusia ke Kantor Pusat SBU

ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)

Pada saat yang sama, Zelenskyy mengecam serangan Rusia yang menargetkan Kantor Pusat Badan Keamanan Ukraina (SBU) di Kiev. Menurutnya, serangan tersebut harus mendapatkan respons nyata dan sepantasnya. 

Dilansir The Moscow Times, Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko mengatakan setidaknya tujuh orang terluka dalam serangan tersebut. Sementara itu, SBU dikenal sebagai salah satu agen intelijen Ukraina yang menjadi otak dibalik serangan udara di dalam teritori Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article