Ukraina Peringatkan Wilayah Udara Rusia Tidak Aman dan Akan Ditutup
.jpg)
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan wilayah udara Rusia tidak aman hingga ditutup, seiring rencana Ukraina melanjutkan serangan drone ke Rusia.
- Zelenskyy menegaskan perang tidak boleh hanya berdampak pada Ukraina, sambil memastikan serangan drone tidak mengancam pesawat sipil meski tetap berisiko bagi keselamatan udara.
- Di tengah serangan Rusia ke Kiev, serangan Ukraina pada infrastruktur minyak Rusia memicu kelangkaan BBM hingga Moskow menangguhkan ekspor dan mengimpor bahan bakar.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Selasa (1/9/2026), memperingatkan maskapai penerbangan dan perwakilan luar negeri bahwa wilayah udara Rusia tidak aman hingga ditutup. Ia mengatakan, Ukraina akan terus meluncurkan serangan drone ke Rusia.
Beberapa bulan terakhir, Ukraina sudah meluncurkan serangan drone besar-besaran ke Rusia. Tak hanya menyasar fasilitas energi, Ukraina juga menyasar gudang ecommerce Rusia, Wildberries karena ikut mendukung invasi Rusia.
1. Sebut perang tidak hanya terjadi di Ukraina

ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/marta_mars) Zelenskyy mengungkapkan bahwa konsekuensi dari perang yang diluncurkan Rusia tidak boleh hanya berdampak ke Ukraina. Ia memastikan bahwa Rusia harus ikut merasakan serangan seperti yang dialami Ukraina.
“Rusia yang pertama kali meluncurkan rudal dan drone. Mereka melintasi perbatasan negara kami dari wilayah udara Rusia. Eskalasi ini tidak boleh dan tidak akan tetap berada di teritori Ukraina,” terangnya, dikutip dari Euronews.
Presiden Ukraina keenam itu memastikan bahwa Ukraina tidak akan mengancam pesawat sipil. Namun, skala serangan drone Ukraina tetap harus menjadi pertimbangan keselamatan udara.
2. Rusia terus luncurkan serangan ke Kiev

Lalu lintas di Kiev, Ukraina. (unsplash.com/k8_bzz) Pada saat yang sama, Zelenskyy juga memperingatkan ancaman serangan Rusia di ibu kota Ukraina, Kiev. Menurutnya, Moskow saat ini mengandalkan drone bertenaga jet dan rudal jelajah yang diluncurkan pada siang dan malam hari.
Presiden Ukraina itu menyebut, Kiev dan area sekitarnya telah menjadi sasaran utama serangan tersebut. Alhasil, peringatan serangan udara sudah berulang kali dibunyikan dan berdampak pada transportasi, bisnis, dan kehidupan warga.
3. Serangan Ukraina paksa Rusia impor BBM

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/fotiniya) Serangan bertubi-tubi Ukraina ke sejumlah infrastruktur minyak Rusia menyebabkan kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Rusia. Moskow akhirnya terpaksa menangguhkan ekspor dan mengimpor BBM dari luar negeri.
Dilansir RFE/RL, Menteri Energi Kazakhstan, Yerlan Akkenzhanov mengatakan negaranya bersedia mengolah minyak mentah Rusia di kilang minyak Kondensat. Sebanyak 70 persen dari hasil pengolahan minyak tersebut akan dikirimkan ke Rusia.






















